alexametrics

5 Tahun Buron, Pembunuh Sopir Angkot di Tangerang Dicokok di Lampung

loading...
5 Tahun Buron, Pembunuh Sopir Angkot di Tangerang Dicokok di Lampung
Rifki (22), pelaku utama penganiayaan yang menyebabkan tewasnya sopir angkot B02 jurusan Cikokol-Ciledug, Feby alias Jawir (20). Foto: KORAN SINDO/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Rifki (22), pelaku utama penganiayaan yang menyebabkan tewasnya sopir angkot B02 jurusan Cikokol-Ciledug, Feby alias Jawir (20), akhirnya dibekuk. Remaja berperawakan kurus ini sudah buron selama lima tahun.

Saking lamanya buron, anggota keluarganya di Tulang Bawang, Lampung, sampai-sampai menyebut Rifki sudah tewas kecelakaan saat dikejar polisi. Hingga akhirnya, Rifki pulang ke kampung halamannya di Tulang Bawang. Pihak keluarga pun kaget, ternyata anak mereka masih hidup setelah lima tahun tidak pulang.

Kepulangan Rifki ternyata diketahui anggota Polsek Tangerang yang terus memburunya. Tidak ingin buruannya kabur lagi, petugas langsung melakukan penjemputan paksa.



Kapolsek Tangerang Kota Kompol Ewo Samono mengatakan, Rifki sangat lihai dan licin. Butuh waktu lima tahun untuk bisa membekuk pria lulusan SMP ini. "Selama buron pelaku berpindah-pindah tempat. Kami sempat mengejarnya ke beberapa tempat hingga ke Bangka," ujar Ewo di Polsek Tangerang, Banten, Senin (18/3/2019).

Kepolisian selama ini kesulitan menangkapnya karena dalam pelariannya Rifki dibantu pihak keluarga. Kepada polisi, keluarga Rifki di Tulang Bawang pernah menyatakan bahwa anaknya itu sudah meninggal dunia.

Keterangan palsu ini sempat dipercaya oleh pihak kepolisian. Hingga akhirnya petugas mendapatkan informasi kepulangan Rifki yang langsung dilakukan penangkapan. "Kami sempat disesatkan keluarga pelaku dengan menyatakan pelaku sudah meninggal dunia. Ini untuk menutupi supaya tidak dikejar lagi. Tetapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga," katanya.

Kepada petugas, Rifki mengakui semua perbuatannya. Dia mengakuinya yang membunuh korban. Korban dihabisi di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Babakan, Kota Tangerang, pada Kamis 1 Mei 2014. "Habis kejadian itu saya kabur ke Bangka, satu tahun lalu ke Kota Bumi dan ke Jawa. Saya pikir polisi sudah lupa makanya saya pulang ke Tulang Bawang," ungkap Rifki.

Korban yang juga seorang sopir angkot B02 jurusan Cikokol-Ciledug itu dibunuh karena persoalan sepele. Di mana keduanya saat itu tengah menunggu penumpang di lokasi. "Jadi masalah awalnya karena rebutan penumpang. Kami cekcok hingga dia (Feby) mukul duluan. Saya emosi mengeluarkan pisau dan menusukkannya ke dada dia. Saya langsung kabur ke Bangka," jelasnya.

Atas perbuatannya, pria 22 tahun ini juga mengaku siap menerima hukuman atas aksinya menghabisi nyawa Feby. Apalagi selama pelarian Rifki kerap dihantui korban. "Iya saya merasa bersalah pak. Suka dimimpiin dicekek sama dia (Feby). Saya terima hukumannya pak. Saya rela dipenjara. Mungkin setelah ditangkap ini, saya tidak dihantui dia lagi Pak," paparnya.

Atas perbuatannya, Rifki terancam pidana penjara 15 tahun atau denda sebesar Rp3 miliar. Dia dijerat UU Nomor 23/2002 dan atau Pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP tentang Perlindungan Anak, atau pembunuhan, atau penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggal dunia.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak