alexametrics

Begal Sadis Ini Ternyata Pernah Jadi Korban Perampokan di Depok

loading...
Begal Sadis Ini Ternyata Pernah Jadi Korban Perampokan di Depok
Wakil Kapolresta Depok AKBP Arya Perdana.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Rian Konang (23) dan Alfiansyah (23) komplotan begal yang sudah beraksi sebanyak 24 kali di Depok dan Jakarta melakukan tindakan kriminalitas lantaran dendam. Alfiansyah salah satu pelaku ternyata pernah menjadi korban begal di flyover Universitas Indonesia (UI).

Rian Konang mengatakan, sebelum melakukan kejahatan terlebih dahulu menenggak minuman keras agar semakin berani. "Sudah lima bulan jadi begal karena enggak kerja. Tadinya jadi tukang parkir di Margonda," kata Rian di Polresta Depok, Jumat (15/3/2019).

Saat beraksi Rian selalu membawa teman untuk membonceng. Peranan Rian adalah sebagai eksekutor. Sedangkan temannya sebagai joki. "Biasanya saya sama Iyung yang masih buron jalannya. Ngincer orang-orang yang lagi jalan sendirian di tempat sepi," ujarnya.



Sementara Alfiansyah, pelaku lainnya mengaku membacok dua orang karena dendam. Dia ingin mencari orang yang membegalnya beberapa waktu lalu. "Kalau saya enggak mengambil barang. Saya ikut mutar mau cari orang yang pernah rampas HP saya di flyover UI seminggu lalu. Kebetulan korban ciri-cirinya sama makanya langsung saya bacok," katanya.

Setelah membacok korban di flyover UI, keduanya lari ke Jalan Ridwan Rais, Beji Timur. Pelaku kembali membacok korban berbeda. "Saya lihat dia mirip kayak yang pertama saya bacok, terus saya turun saya bacok lagi. Itu senjata tajamnya memang udah saya siapkan dari rumah buat balas dendam ke orang yang rampas HP saya," ceritanya.

Wakil Kapolresta Depok AKBP Arya Perdana mengatakan, para pelaku sebelumnya menenggak minuman keras dan obat terlarang. Hal itu dilakukan agar mereka merasa lebih berani. "Sebelumnya mereka mabuk dulu untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ada yang mabuk obat dan minuman keras," katanya.(Baca: Begal Sadis Rian Konang Tercatat 24 Kali Beraksi di Depok dan Jakarta)

Penyidik masih mendalami kasusnya termasuk mendalami dimana saja aksi yang dilakukan keduanya. Dari tangan pelaku diamankan satu unit motor. Sedangkan celurit yang digunakan masih dicari. “Kami juga masih mengejar satu pelaku lagi,” ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak