alexametrics

Begal Sadis Rian Konang Tercatat 24 Kali Beraksi di Depok dan Jakarta

loading...
Begal Sadis Rian Konang Tercatat 24 Kali Beraksi di Depok dan Jakarta
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan memberikan keterangan kepada wartawan seputar penangkapan Rian Konang, Kamis (14/3/2019). Foto: KORAN SINDO/R Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Pelaku begal sadis yang sudah beraksi di puluhan tempat, Rian Konang (23), diamankan Tim Buser Polsek Beji Depok pada Rabu (13/3/2019). Pria bertubuh tinggi kurus ini diketahui sudah berkali-kali membegal korban di Depok hingga wilayah Jakarta Selatan.

Berdasarkan catatan kepolisian, Rian Konang sudah 24 kali beraksi sehingga sangat meresahkan warga. “Wilayah operasinya di Beji, Depok. Kemudian di luar Depok dia beraksi di Jagakarsa, Pondok Labu, dan Srengseng Sawah,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Kamis (14/3/2019).

Di Depok Rian Konang tercatat sudah beraksi sebanyak 15 kali. Sedangkan sisanya dilakukan di Jakarta. Dia selalu bersama rekannya ketika beraksi. Bahkan ketika melakukan penjarahan warung, Rian membawa segerombolan teman yang kini masih diburu petugas.



“Rian ini sebagai eksekutor. Temannya ada yang jadi joki dan ikut-ikutan,” ungkapnya. (Baca juga: Celurit Leher Korbannya, Begal Sadis di Depok Diringkus)

Puluhan kali membegal dan menjarah, Rian Konang banyak mendapatkan hasil. Uang hasil kejahatan dipakai untuk beli minuman keras dan obat terlarang. Sejumlah hasil yang didapat antara lain uang ratusan ribu, ponsel, helm serta rokok.

Tak jarang Rian Konang hanya meminta uang pada korban senilai puluhan ribu saja. “Pengakuan pelaku sudah banyak yang dilakukan Rian dan temannya. Ini sudah meresahkan sehingga kami segera tindaklanjuti,” tukasnya. (Baca juga: Duel dengan Begal yang Gentayangan di Jakbar, Iwan Meregang Nyawa)

Sebelum tertangkap, Rian Konang dan temannya yaitu Alfiansyah (23) beraksi di atas Flyover Universitas Indonesia (UI) dan di Jalan Ridwan Rais, Beji Depok. Mereka berbagi peran ketika beraksi. Rian sebagai eksekutor sedangkan Alfiansyah sebagai joki.

Aksi pertama dilakukan diatas Flyover UI arah Kelapa Dua pada Rabu (13/3) dinihari pukul 01.45 WIB. Tak puas telah membacok satu korban, kemudian mereka berpindah ke kawasan Beji tepatnya di Jalan Ridwan Rais sekitar puk 02.25 WIB.

“Korban berkendara sepeda motor yang saat itu sedang melaju di jalan dan bertepatan berpapasan dengan pelaku. Kemudian pelaku langsung menyabet korban dengan menggunakan senjata tajam,” tukasnya. (Baca juga: Polisi Ciduk Komplotan Begal Bersenjata Tajam di Jaksel dan Depok)

Korban mengalami luka di leher. Korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka sabetan celurit. Korban mengalami luka di leher kiri. Pelaku melukai korban untuk memiliki harta korban.

Setiap beraksi, pelaku kerap membekali diri dengan senjata tajam. Pelaku tidak pernah seorang diri saat aksi. “Pelaku ingin mengambil atau menguasai barang barang milik korban,” paparnya.

Di tempat yang sama, Wakil Kapolresta Depok AKBP Arya Perdana mengatakan, para pelaku sebelumnya menenggak minuman keras dan obat terlarang. Hal itu dilakukan agar mereka merasa lebih berani. “Sebelumnya mereka mabuk dulu untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ada yang mabuk obat dan minuman keras,” kata Arya.

Penyidik masih mendalami kasus ini, termasuk mendalami dimana saja aksi yang dilakukan keduanya. Dari tangan pelaku diamankan satu unit motor. Sedangkan celurit yang digunakan masih dicari. “Kami juga masih mengejar satu pelaku lagi,” ucap Arya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak