alexametrics

Siswa Paling Banyak Terkena DBD, Dinkes Curigai Sumbernya di Sekolah

loading...
Siswa Paling Banyak Terkena DBD, Dinkes Curigai Sumbernya di Sekolah
Dinkes DKI mencurigai kemungkinan gigitan nyamuk DBD terjadi di lingkungan sekolah. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memaparkan, rata-rata siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban paling banyak terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Diduga, rata-rata waktu nyamuk menggigit korban pada pukul 09.00-10.00 WIB. Pada jam tersebut anak-anak masih berada dalam proses belajar mengajar di sekolah. (Baca juga: Pemprov DKI Gratiskan Biaya Perawatan Pasien DBD di RSUD)

"Kami temukan yang paling banyak adalah anak-anak di usia SD dan SMP, dimana gigitan nyamuk rata-rata terjadi pada pukul 10 pagi. Jadi kami khawatir dan patut diduga kalau ada kemungkinan (gigitan nyamuk) terjadi di sekolah," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, di Balai Kota, Rabu (13/3/2019).

Guna mengantisipasi hal ini, pihak Dinkes mulai mencoba melakukan sistem pemetaan. Sistem pemetaan dilakukan selama tujuh hari penuh, baik hari masuk sekolah atau saat libur dihari Sabtu dan Minggu. (Baca juga: Dinkes: Jakarta Barat Wilayah Rawan DBD di Ibu Kota)

Tujuannya untuk mengetahui dimana saja sekolah yang menjadi lokasi rawan penyebaran nyamuk DBD berada. Bila sudah diketahui, Dinkes bersama Disdik akan melakukan kerja sama untuk memfogging sekolah tersebut.



"Kami sedang memproses petaan sekolah-sekolah rawan, dan kalau kita temukan bahwa di sekolah itu positif, kami akan lakukan fogging," tutup Widyastuti.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak