alexametrics

Selesai Hujan, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah

loading...
Selesai Hujan, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah
Petugas PPSU tengah membersihkan sampah yang menyumbat di Kalibesar, Kota Tua, Taman sari, Jakarta Barat. Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Tersumbatnya aliran Kalibesar di kawasan Kota Tua, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, membuat sampah di Taman Apung menggunung, Selasa (5/3/2019). Kondisi ini membuat petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kewalahan melakukan pengangkutan.

Beberapa sampah plastik, hingga sisa sofa bekas terlihat di kawasan ini. Plankton yang terapung sempat terpencar karena taman yang tersumbat.

Di tempat yang sejak tahun lalu menjadi wisata baru di kawasan Kota Tua, tak lagi menarik. Bau menyengat tercium jelas di kawasan ini. Termasuk kawasan ini yang mulai di penuhi sampah sisa bungkus deterjen dan air mineral.
Selesai Hujan, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah
"Memang karena hujan yang mengguyur sejak semalam banyak sampah yang hanyut ke tempat ini. Sebagian besar sampah ini dari aliran Kali Opak," ‎ujar Tim Media Sosial UPK Badan Air DKI Jakarta, Apit Raharjo.



Sebelumnya terhadap kawasan Taman Apung. Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi sempat mempertanyakan revitalisasi kawasan ini. Ia kala itu menyakini kawasan kampung apung akan menghambat aliran air lantaran kali yang dibendung.

Meski saat ini banjir tak melanda kawasan kampung apung, namun sampah mulai memenuhi kawasan itu, setiap sudut plankton dipenuhi sampah.

Sampah-sampah tersebut kemudian diangkuti oleh para Petugas UPK Badan Air ke mobil pikap sebelum dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah sementara Implasment Pluit.

"Enggak seperti biasanya, selain sampah plastik hari ini ada sampah kursi, bahkan sampai papan pintu‎ juga ikut hanyut di sini," tambah Apit. (Baca juga: Tangani Banjir di Green Garden, Pemkot Jakbar Kerahkan Pompa Mobile)

Apit menuturkan secara keseluruhan sampah yang diangkut dari Taman Apung Kali Besar hari ini mencapai 6 meter kubik. Jumlah tersebut sangat meningkat tajam dibanding biasanya.

"Hari ini sampah 6 meter kubik, padahal kalau hari biasa hanya 1-2 karung saja, tapi untungnya sekarang kondisinya sudah kembali bersih," kata Apit.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak