alexametrics

Korban Kebakaran Krukut Mengeluh, Tiga Pilar Segera Gelar Kerja Bakti

loading...
Korban Kebakaran Krukut Mengeluh, Tiga Pilar Segera Gelar Kerja Bakti
Lokasi kebakaran di Jalan Ketapang Utara I Dalam, RW 07, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - Pembersihan puing-puing reruntuhan ratusan bangunan yang terbakar di empat RT yang terbakar bakal dilakukan tiga pilar Taman Sari. Koordinasi dan persiapan kerja bakti sudah dilakukan pihak kecamatan.

“Secepatnya bakal kami lakukan pembersihan dengan tiga pilar. Mungkin besok,” ujar Sekretaris Camat Taman Sari, Pangestu Aji saat dihubungi KORAN SINDO, Rabu (27/2/2019).

Diketahui, pemukiman padat penduduk di Jalan Ketapang Utara I Dalam, RW 07, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, terbakar, Selasa (26/2/2019) pagi. Kejadian itu membuat sedikitnya 376 jiwa dari 74 KK mengungsi setelah 30 bangun dari empat RT terbakar hebat.



Sembari melaksanakan kerja bakti, petugas PPSU dari Kelurahan Krukut kini melakukan pembenahan. Puing puing bangunan dirapihkan dan diisolir dari lokasi kebakaran. (Baca juga: Kawasan Padat Penduduk Terbakar, Ratusan Jiwa Mengungsi)

Aji melanjutkan, demi membantu pengungsi di sana tiga tenda darurat telah didirikan di lokasi kebakaran. Mereka menjadi lokasi pengungsi sekaligus menghimpun beberapa bantuan untuk warga.

Hingga kini, tercatat bantuan mulai berdatang. Sudin Sosial Jakarta Barat sendiri telah menyiapkan bantuan makanan dengan mengirimkan kotak nasi sehari tiga kali. “Alhamdulilah sekarang tercukupi,” ucapnya.

Sementara itu, guna membantu mengurusi proses administrasi, Kecamatan Taman Sari bersama dengan Sudin Catatan Sipil sedang melakukan pendataan. Sebanyak 50 warga diketahui telah melakukan perekaman dan pencetakan ulang KTP.

Selain itu, beberapa fasilitas mulai didatangkan, salah satunya kamar mandi portable milik Dinas Lingkungan Hidup. Di sisi lain, Nana (34), salah satu warga mengaku, meski administrasinya telah terbantu, namun kondisi tempat pengungsian kian buruk. Ia harus bergantian ke toilet dengan ratusan warga.

Apabila malam, cuaca dingan sangat terasa. Selimut yang diberikan tidak cukup menghangatkan tubuh. Ketakutan akan demam penyakit berdarah pun dirasakan. “Kalau saya enggak masalah, yang penting anak-anak aja bang,” ucapnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak