Diduga Dianiaya, Pedagang Balon Tewas dengan Luka di Kepala

Rabu, 19 Agustus 2020 - 18:30 WIB
loading...
Diduga Dianiaya, Pedagang Balon Tewas dengan Luka di Kepala
Seorang pedagang balon ditemukan tewas bersimbah darah di emperan ruko wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
BEKASI - Seorang pedagang balon ditemukan tewas bersimbah darah di emperan rumah dan toko (Ruko) wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Nyawanya tak tertolong saat mendapatkan perawatan di rumah sakit pada Minggu, 16 Agustus 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polrestro Bekasi , AKBP Dwi Prasetya mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak membuka dagangan. "Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan terluka di bagian kepala. Korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia," kata Dwi kepada wartawan Rabu (19/8/2020).

Dwi menuturkan, penyidik belum menemukan satupun alat bukti dari kematian korban. Namun, berdasarkan pengamatan dalam foto yang beredar viral di media sosial, pria yang lusuh itu nampak seperti menjadi korban penganiayaan."Kami belum bisa menyimpulkan apa-apa karena belum ada alat bukti," ujarnya.

Dwi menjelaskan, saksi atau pemilik warung di dekat lokasi kejadian sempat melihat korban dan rekannya. Keduanya sama-sama berprofesi sebagai pedagang balon keliling. (Baca: Gelar Rekonstruksi, 17 Tersangka Kasus Aborsi Peragakan 41 Adegan)

Berdasarkan keterangan saksi kepada penyidik, korban datang bersama rekannya itu pada, Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 23.00 WIB. Kedunya kemudian tiduran di emperan ruko."Saksi melihat korban berdua itu sampai pukul 03.00 WIb masih ada, kemudian saksi pulang menutup dagangannya dan mendapati satu di antara pedagang balon itu sudah bersimbah darah," jelasnya.

Dwi menekankan jika penyidik masih melakukan penelusuran sekaligus mencari bukti-bukti dari kematian korban. Hanya kini, dia belum mau menyimpulkan kasus kematian korban."Identitas korban belum ada, masih kita lakukan pendalam," ucapnya.
(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1816 seconds (11.210#12.26)