alexametrics

Kesulitan Ungkap Pembunuh Siswi SMK Bogor, Polda Jabar Minta Bantuan FBI

loading...
Kesulitan Ungkap Pembunuh Siswi SMK Bogor, Polda Jabar Minta Bantuan FBI
Rekaman CCTV kasus pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven (17), siswi SMK Baranangsiang, Kota Bogor.Foto/Istimewa
A+ A-
BOGOR - Hampir dua bulan kasus pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven (17), siswi SMK Baranangsiang, Kota Bogor belum juga terungkap. Polda Jawa Barat pun telah mengajukan surat ke Mabes Polri untuk meminta bantuan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat.

Kapolda Jabar Irjen Pol, Agung Budi Maryoto mengatakan, tim penyidik gabungan dari Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat dan Bareskrim Mabes Polri terkendala teknologi dalam mengungkap pelaku yang terekam CCTV di lokasi kejadian. "Kita sudah beberapa kali bekerja sama dan rencana kita akan kirim surat ke Mabes Polri untuk minta bantuan dari teknologi digital, kita akan minta bantu dari FBI," ungkap Agung Budi Maryoto di Bogor pada Rabu (20/2/2019).

Dia menjelaskan, pihaknya bersama tim gabungan sudah dan terus berupaya menemukan pelaku penusukan hingga menewaskan Noven yang terjadi pada 8 Januari 2019, namun belum juga membuahkan hasil. Bahkan Agung mengaku, sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti, termasuk CCTV. (Baca: Pembunuhan Siswi SMK di Bogor Belum Terungkap, Tim Penyelidik Akan Diganti)



"Iya untuk bisa membuka apa memfoto yang ada di CCTV itu kan dimungkinkan di Amerika punya alat itu. Jadi kalau sekarang kita sulit karena memang kabur (gambar tidak jelas) jadi kita tidak bisa berandai-andai, jadi harus mengutamakan digital forensik," tuturnya.

Sesuai prosedur, lanjut dia, dalam meminta bantuan penyelidikan ke FBI, pihaknya akan terlebih dahulu mengirimkan surat ke Mabes Polri. Kemudian jika disetujui, maka Mabes Polri akan mengirimkan surat ke FBI. "Iya kita akan bikin surat ke Bareskrim, selanjutnya mengajukan surat kepada FBI," ujarnya.(Baca: Detik-Detik Rekaman CCTV Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Bogor)

Terkait apa saja perkembangan proses penyidikan, Agung menjelaskan bahwa seluruh saksi sudah dikonfrontir. "Kita sudah kroscek, kita konfrontir semuanya oke-oke saja (belum ada yang mengarah), karena kita tidak boleh menangkap tanpa bukti yuridis, dalam menangkap seseorang kita harus berdasarkan yuridis," tegasnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak