alexametrics

Akademi Bambu Nusantara Bisa Jadi Wisata Alternatif

loading...
Akademi Bambu Nusantara Bisa Jadi Wisata Alternatif
Akademi Bambu Nusantara Bisa Jadi Wisata Alternatif. (Koran SINDO. Hasan Kurniawan).
A+ A-
TANGERANG - Akademi Bambu Nusantara di Jalan Cendekia, Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, bisa menjadi tujuan wisata alternatif bagi warga Tangsel.

Di tempat ini warga bisa mengenal jenis tanaman bambu di Indonesia dan dunia. Selain itu, juga berbagai manfaat yang bisa dihasilkan dari kerajinan bambu mulai dari alat musik, material bangunan, sepeda, hingga teknologi pemecah ombak tsunami. Bagi yang asing dengan bambu pasti akan bertanya-tanya apa mungkin bambu sanggup menahan gelombang tsunami di Laut Jawa yang sangat menghancurkan itu? Menurut pendiri Akademi Bambu Nusantara, Muqoddas Syuhada, ada sekitar 165 jenis bambu di Indonesia yang sudah ditemukan.

Di luar itu, masih banyak jenis bambu lain belum teridentifikasi jenisnya. “Termasuk jenis bambu yang bisa hidup di air asin. Kami sudah menemukan bambu yang hidup di laut. Saya temukan di Raja Ampat, Papua Barat. Ini bisa menggantikan bakau,” katanya saat berbincang dengan KORAN SINDO di Serpong, kemarin. Bambu dari Papua inilah digunakan untuk pemecah ombak tsunami. Teknologi ini masih termasuk baru di dunia dan belum pernah diuji coba sebelumnya.



“Bakau itu tumbuhnya lama, bisa puluhan tahun. Kalau bambu tiga tahun saja. Jadi, batang bambu yang panjang bisa 8-16 meter itu kita tancapkan di laut. Hebatnya, bambu dibebankan berapa pun tidak akan tenggelam karena dalamnya solid,” katanya.

Saat ditanam terlalu lama di laut, bambu juga akan menjadi fosil. Berbeda dari logam yang lama kelamaan akan habis. Selama tujuh tahun meneliti, akhirnya diketahui bambu juga lebih kuat dari besi. Dijelaskan dia, pemecah ombak tsunami itu terdiri dari beberapa lapis bambu. Lapis pertama berada di tengah lautan. Sejumlah batang bambu ditancapkan ke dalam laut.

“Lalu di atasnya kami kasih botol bekas dan dikasih tanah. Lalu di atas tanah itu ditanami bibit bambu lagi. Jenis apa saja. Kami akan lakukan bersama PT Banten West Java. Jadi, di tempat wisatanya,” ujarnya. Pada lapis kedua ditanam bambu air asin dari Papua.

Bambu yang hidup ini akan menambahkan kekuatan dari terjangan ombak tsunami. Lapis ketiga hingga kelima ditanam batang bambu betung yang besar. “Bambu-bambu itu bisa 10 meter persegi, tinggal dihitung berapa kilo. Kami mau uji coba satu kilo dulu, dilepas pertama 100 bibit untuk batangnya ada 10 ribu. Bambubambu itu yang akan membelah ombak sehingga sampai daratan ombak hilang,” ujarnya.

Setelah bambu terpasang, maka tercipta wisata pantai baru, yakni wisata hutan bambu di bibir pantai. Teknologi pemecah ombak tsunami dari bambu ini hanya diterapkan di titik-titik rawan tsunami. Teknologi ini juga diakuinya menghemat anggaran besar.

Bambu dihitung per meter persegi seharga Rp2 juta, sangat jauh dibandingkan dengan harga beton. “Sebelum 26 April, saat Hari Kebencanaan Nasional, ini sudah bisa dilakukan. Kita sudah observasi dan lalukan penelitian tujuh tahun di seluruh dunia. Hasil penelitiannya, bambu lebih kuat dari besi,” katanya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak