alexametrics

Mulai Hari Ini, Dishub DKI Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Dukuh Bawah

loading...
Mulai Hari Ini, Dishub DKI Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Dukuh Bawah
Ilustrasi, Petugas Dishub DKI Jakarta sedang melakukan uji coba sistem satu arah. Foto: dok/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal menerapkan sistem satu arah di Jalan Dukuh Bawah sekitaran Landmark Setiabudi, Jakarta Selatan. Uji coba sistem satu arah itu dilakukan pada hari ini, Selasa (12/2/2019) pukul 09.00 WIB.

"Uji coba sistem satu arah Dukuh Bawah akan dilaksanakan pada tanggal 12 sampai dengan 26 Februari 2019 dimulai pukul 9.00 WIB," kata Plt Kadishub DKI Jakarta Sigit Widjatmoko dalam keterangan tertulis, Selasa (12/2/2019).

Rekayasa lalu lintas satu arah di Dukuh Bawah ini akan diterapkan di selatan Landmark Tower yang berada di Jalan Setia Budi Tengah. Jalur itu hanya dilintasi kendaraan dari arah dari timur menuju barat atau dari arah Manggarai menuju Dukuh Atas.



Selanjutnya, dari sisi utara Landmark Tower yang berada di Jalan Galunggung akan diperuntukan bagi kendaraan dari arah barat menuju timur atau Dukuh Atas menuju Manggarai.

Sigit mengatakan, pihaknya sengaja melakukan uji coba itu sebagai tahap sosialisasi kepada masyarakat, terhitung dari 12-26 Februari 2019 dan mulai berlaku secra resmi pada 27 Februari 2019.

"Diimbau agar masyarakat dapat menyesuaikan peraturan lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan," ujarnya.

Berikut rute rekayasa lalu lintas sistem satu arah yang diuji coba, yaitu:

1. Landmark sisi selatan (Jalan Setiabudi Tengah) menjadi satu arah dari Timur ke Selatan.
2. Landmark sisi barat menjadi satu arah dari selatan ke utara.
3. Sisi utara (Jalan Galunggung) satu arah dari barat ke timur.
4. Sisi Landmark Timur menjadi satu arah dari arah utara (Jalan Galunggung) ke Selatan (Setiabudi Tengah).
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak