alexametrics

Dua Geng Remaja di Bekasi Bentrok, Ali Sadikin Tewas Dicelurit

loading...
Dua Geng Remaja di Bekasi Bentrok, Ali Sadikin Tewas Dicelurit
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Seorang remaja tewas mengenaskan setelah bentrok dalam tawuran berdarah di Alexindo, Medan Satria, Kota Bekasi, pada Minggu, 10 Februari 2019 malam. Korban Ali Sadikin, 17, tewas mengenaskan bersimbah darah dengan luka bacokan senjata tajam disekujur tubuhnya.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan, sudah menangkap enam pelaku tawuran yang menewaskan korban yakni, RNF, SR, IN, JP, DF dan MI."Para pelaku masih di bawah umur. Mereka sudah mengakui perbuatannya,” kata Eka kepada wartawan Senin (11/2/2019).

Eka menerangkan, korban tewas setelah tawuran yang melibatkan puluhan remaja dari kelompok Om Kali All Star dan Kampung Bayur. Tawuran pada Minggu malam tersebut merupakan kali kedua yang dilakukan gangster kampung ini.



Pada tawuran pertama, kata dia, salah satu anggota Om Kali All Star ada yang terluka hingga hampir putus tangannya. Tidak terima anggotanya terluka, kemudian anggota Om Kali All Star akhirnya menantang tawuran lanjutan karena ingin balas dendam.

"Aksi tantangan disampaikan melalui rekaman video yang dikirimkan melalui media sosial."Kedua kelompok menyepakati tawuran jilid dua dilakukan di tempat sama, yakni depan pabrik Alexindo," terangnya.

Sebanyak 30 remaja dari dua kelompok ini mempersenjatai diri dengan samurai, celurit, stik golf, juga bambu. Saat kejadian, korban tersungkur setelah ditabrak motor yang dikendarai RNF.
Selanjutnya, SR IN dan JP membacok korban menggunakan celurit.Sementara DF memukul punggung menggunakan stik golf, sedangkan MI berbekal bambu turut memukul punggung korban.”Dengan serangan bertubi-tubi seperti itu, korban langsung tewas di tempat. Saat petugas kami datang ke lokasi, tawuran sudah bubar, menyisakan korban yang sudah tak bernyawa,” ungkapnya.

Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing menambahkan, petugas kemudian melakukan pengejaran dan memeriksa beberapa saksi dilokasi kejadian.”Sepuluh jam kemudian, keenam pelaku berhasil ditangkap dan langsung kami amankan,” katanya.

Saat dimintai keterangan, kata dia, pelaku mengaku terpancing meladeni tantangan kelompok korban. Sebab, awalnya mereka sedang kumpul main 'game online Mobile Legend'. Waktu tantangan datang, langsung terpancing.”Dari situlah tawuran ini langsung pecah dan memakan korban,” ujarnya.

Agar aksi serupa tak terulang, kata dia, pihaknya akan memperketat patroli siber terhadap percakapan dalam grup-grup kelompok. Adapun personel di wilayah, dimintanya juga mengintensifkan kembali patroli lapangan.”Namun kami imbau orang tua juga ikut peduli dan turut mengantisipasinya dengan cara rajin memonitor pergaulan anaknya,” ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak