alexametrics

Tangkal Tabloid Provokatif, Dewan Masjid Jakarta Edarkan Buletin Dakwah

loading...
Tangkal Tabloid Provokatif, Dewan Masjid Jakarta Edarkan Buletin Dakwah
Tabloid Indonesia Barokah yang sempat beredar luas di Jakarta. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Solichan Arif
A+ A-
JAKARTA - Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta meluncurkan program Buletin Dakwah untuk menangkal tabolid berunsur provokatif masuk masjid-masjid, seperti tabloid Dakwah Kaffah dan Tabloid Indonesia Barokah. Buletin dakwah DMI akan disebarkan di seluruh masjid di Jakarta setiap pekan sebelum salat Jumat.

Ketua DMI DKI Jakarta, Ma'mun Al Ayyubi, mengatakan, beredarnya beberapa tabloid berbau SARA dan provokatif di masjid-masjid cukup meresahkan. Karenanya, para mubaligh berpandangan konten pembahasannya perlu diluruskan. (Baca juga: Usai Tabloid Indonesia Berkah, Bawaslu Temukan Tabloid Pembawa Pesan)

DMI Jakarta sudah memikirkan solusi terkait beredarnya Buletin Dakwah Kaffah dan Tabloid Indonesia Barokah di masjid - masjid wilayah Ibu Kota. Diantaranya membuat Program Buletin Dakwah untuk menjadi pedoman umat muslim dalam meredam beredarnya beberapa tabloid dan buletin provokatif di masjid-masjid menjelang Pileg dan Pilpres 2019.



"Buletin dakwah tersebut nantinya akan terus diedarkan setiap hari Jumat pada saat menjelang salat Jumat oleh DMI Provinsi DKI Jakarta," ujar Ma'Mun dalam acara Roadshow dan Dialog Seputar Keislaman dengan tema: "Pentingnya Menjaga Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai NKRI" di Kantor DMI DKI Jakarta, Koja, Jakarta Utara. (Baca juga: Aktor di Balik Penyebaran Tabloid Pembawa Pesan Buka Suara)

Ma'Mun memastikan Buletin DMI DKI Jakarta tersebut akan rutin dibuat dan diedarkan di masjid-masjid. Adapun aksi nyata yang telah dilakukan oleh DMI DKI Jakarta yakni pada Jumat (8/2/2019) lalu telah menyebarkan Buletin Jumat di sejumlah masjid dengan tema "Menuju Ridha Allah".

"Tahun politik fitnah banyak tersebar dimana-mana. Jangan sampai membuat kita menjadi terpecah belah hanya karena beda pilihan menyebabkan kita memutus silaturahmi persaudaraan, memutus tali pertemanan, memutus hubungan keluarga bahkan hingga memecah belah persatuan bangsa yang dibangun bersama," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak