alexametrics

Panelis Cawagub DKI Tidak Libatkan Anies Baswedan Dalam FGD

loading...
Panelis Cawagub DKI Tidak Libatkan Anies Baswedan Dalam FGD
Panelis uji kepatutan dan kelayakan, Syarif mengatakan, tim seleksi tidak perlu melibatkan Anies Baswedan dalam melaksanakan rangkaian seleksi Cawagub DKI. Foto: dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Panelis uji kepatutan dan kelayakan calon wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Syarif mengatakan, tim seleksi tidak perlu melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam melaksanakan rangkaian seleksi cawagub salah satunya Forum Group Discussion (FGD).

Menurut Syarif, agar rangkaian seleksi calon orang nomor dua terlihat netral. Adapun FGD kemarin tim panelis menerima masukan dari beragam tokoh Jakarta.

Tokoh yang dilibatkan yakni, Amir Hamzah, (Pengamat Kebijakan Publik), Kamsul Hasan (Ketua Dewan Kehormatan PWI), Yayat Supriatna (Pengamat Tata Kota), Budi Wibowo (akademisi), Sugianto (pengusaha), Rakhmat (Serikat Pedagang Pribumi Sejahtera), dan M. Sidik (Humanika). (Baca: Cawagub Tak Dihadirkan Saat FGD, Panelis Ingin Objektif)



"Enggak dong, enggak perlu (libatkan Gubernur Anies dalam FGD). Justru kalau didatengin pak Anies jadi kong kalikong, jangan," kata Syarif saat dihubungi wartawan, Kamis (7/2/2019).

Syarif melanjutkan, setelah melaksanakan FGD, tim panelis fit and proper test akan melakukan pertemuan dengan tiga kandidat cawagub DKI Jakarta, pada Jumat 8 Februari 2019 esok. Namun sayangnya untuk tempat rapat itu Syarif tak mau menjelaskan. (Baca juga: Tim Pansel Minta Kandidat Cawagub DKI Buat Risalah)

Perlu diketahui dalam FGD kemarin tim seleksi tak menyertakan kandidat cawagub DKI Jakarta. Para kandidat cawagub yakni Abdurrahman Suhaimi, Ahmad Syaikhu, dan Agung Yulianto.

"Nanti setelah FGD selesai, besok Jumat peserta FGD dipertemukan dengan kandidat. Kemarin tanpa kandidat," tutup Syarif.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak