alexametrics

Laporkan Ketua BTP Mania, Alumni 212: Tak Ada Hubungan dengan Politik

loading...
Laporkan Ketua BTP Mania, Alumni 212: Tak Ada Hubungan dengan Politik
Juru Bicara Presidium Alumni 212, Eka Gumilar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Foto/Ari Sandita Murti/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Presidium Alumni 212, Eka Gumilar menegaskan, pihaknya melaporkan Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenezer ke Polda Metro Jaya tidak ada kaitannya dengan politik. Dia mengatakan, laporan itu dibuat lantaran sakit hati dengan ucapan Immanuel di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu 30 Januari 2019.

"Kami tegaskan, pelaporan ini tak ada hubungannya dengan paslon (pasangan calon) tertentu ataupun politis, ini murni kita merasa terpanggil karena kita merasa sakot hati atas fitnah yang menyebut umat 212 itu penghamba uang," tegas Eka kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Menurutnya, jutaan umat menghadiri Aksi 212 maupun reuninya tanpa diimingi uang apapun, mereka justru hadir karena tergerak hatinya untuk bisa berkumpul dengan saudara-saudaranya dalam rangka penegakan hukum pada kasus penistaan agama. Mereka hadir dari semua pelosok wilayah Indonesia dengan bermodalkan tabungannya masing-masing untuk ongkosnya ke Jakarta dan ada juga yang berpatungan.



"Jadi, gerakan ini mana ada yang biayai, dari mana yang membiayai jutaan orang, membiayai hotelnya atau tepat menginapnya, akomodasinya. Jadi jangan mengada-adalah," tegas Eka lagi.

Adapun dia mengetahui pernyataan Immanuel itu berdasarkan video yang beredar di media sosial, yang mana Immanuel melontarkan pernyataannya di sebuah acara talkshow televisi swasta pada Rabu, 30 Januari 2019. Siapapun itu yang melihat dan mendengarnya, termasuk dia maupun teman-temannya yang nonmuslim pun sampai merasakan tersinggung dan sakit hatinya.

"Ini pelajaran juga buat Immanuel, sebaiknya anda menjaga ucapan anda, yang anda sakiti adalah saudara anda sendiri. Jangan demi kepentingan kelompok atau golongan anda rela menyakiti jutaan orang," pungkas Eka.

Lebih lanjut, ungkapnya, sebagai seseorang yang terdidik, seharusnya Immanuel menyampaikan pendapat-pendapatnya dengan cara yang elegan dan bisa memberikan contoh baik bagi masyarakat. Bukan malah menaburkan kebencian di muka umum sebagaimana yang dilakukannya di televisi.

Bukan hanya untuk Immanuel, paparnya, dia pun meminta pada semua pihak untuk menjaga pernyataannya, jangan demi kepentingan politis lantas melontarkan pernyataan-pernyataan yang bisa menyakiti masyarakat dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Saya pikir tak penting atas nama siapa saya melapor, intinya saya mewakili atas nama jutaan orang yang saya rasa tersakiti," kata Eka.

Dia pun optimistis kepolisian bakal bertindak profesional dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Karena, kata dia, laporan itu berkaitan dengan harapan rakyat dalam proses penegakan hukum.
(mhd)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak