alexametrics

Cegah Korban Jiwa akibat Angin Kencang, Bogor Bakal Tebang Pohon Tua

loading...
Cegah Korban Jiwa akibat Angin Kencang, Bogor Bakal Tebang Pohon Tua
Wali Kota Bogor Bima Arya sata menyaksikan proses identifikasi pohon-pohon di kota tersebut.Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
BOGOR - Sebanyak 112 dari 516 pohon di Kota Bogor yang sudah teridentifikasi kesehatannya melalui program Kartu Tanda Pohon (KTP) bakal dilakukan penebangan. Hal tersebut dilakukan, menyusul meningkatnya intensitas curah hujan disertai angin kencang yang dikhawatirkan berdampak pada ratusan pohon rawan tumbang tersebut.

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Agus mengatakan, langkah ini juga dilakukan sebagai salah satu bentuk pencegahan dini."Namun kita tetap tidak bisa memprediksi pohon-pohon yang diidentifikasi sehat tidak akan tumbang kalau terjadi bencana alam atau ulah manusia yang kerap membuang sampah cairan ke akar pohon dan membuat akar menjadi busuk, itupun berpotensi," kata Agus pada Jumat (18/1/2019).

Agus menuturkan, pernah beberapa kali terjadi ada pohon besar yang dahannya patah meski tidak terkena hujan atau angin kencang. Hal itu ternyata dikarenakan dahan kering akibat cuaca panas."Kami juga melihat umur ekonomis dari pohon (yang teridentifikasi), rata-rata umur pohon itu 80 tahun kalau sudah lewat dari 80 tahun pohon jadi lemah dan antisipasinya pohon kami tebang," tuturnya.



Selain itu, pihaknya juga hingga saat ini masih terus berupaya melakukan pencegahan dini dengan melakukan pemeriksaan terhadap pohon-pohon yang terindikasi 'sakit' di sejumlah titik jalan protokol di Kota Bogor."Untuk pohon-pohon yang memang sudah rawan roboh karena tingkat keroposnya di atas 50%, kita lakukan penebangan agar tidak membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Agus menambahkan, melalui program KTP-nisasi pohon yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitabng) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, pohon-pohon di Kota Bogor bisa diidentifikasi kesehatannya dengan melihat tingkat kekeroposan. Pohon dengan KTP berwarna hijau menandakan pohon sehat atau tingkat keroposnya dari 0-30%.

Pohon dengan KTP berwarna kuning menandakan pohon kurang sehat karena tingkat keroposnya sudah diatas 30-50%. Sementara untuk pohon ber-KTP Merah menandakan tingkat keropos pohon mencapai di atas 50% dan rawan tumbang.

"Pohon yang ber-KTP Kuning kami lakukan penebangan dahannya untuk mengurangi beban pohon akibat adanya kekeroposan. Kalau yang di atas 50% lebih langsung kami tebang," jelasnya.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin puting beliung melanda Kota Bogor, baik pada penghujung maupun awal tahun. Musibah tersebut melanda tiga kecamatan yakni Kecamatan Bogor Selatan, sebagian kecil di Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Tengah. Perstiwa angin puting beliung ini memberi dampak sangat masif, yakni menewaskan satu orang, merusak 1.469 unit rumah warga di tiga kecamatan.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Dede Armansyah mengajak warga meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana. Terutama di daerah selatan Kabupaten Bogor, yang selama ini sering terjadi bencana alam.

Mengantisipasi hal tersebut, BPBD pun menetapkan Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor sebagai Desa Tangguh Bencana."Sebelum ditetapkan sebagai desa tanggu bencana, warganya harus diberikan pemahaman terlebih dahulu,

Termasuk memberikan bimbingan teknik dan simulasi kesiapsiagaan bencana. "Ada tahapan pra bencana atau tingkat dasar. Tahapan ini perlu sehingga ketika ada bencana alam masyarakat bisa mandiri, termasuk melakukan evakuasi," ujarnya.

Dikatakannya, bimbingan teknis ini tidak hanya diberikan kepada Desa Tugu Selatan, tetapi di seluruh desa yang masuk dalam kategori rawan bencana. "Semua desa itu berbeda kategorinya. Desa Tugu Selatan misalnya yang masuk dalam kategori rawan longsor," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak