alexametrics

Hampir 2 Pekan, Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Masih Misterius

loading...
Hampir 2 Pekan, Pembunuhan Siswi SMK Baranangsiang Masih Misterius
Salah seorang pelajar tengah menebar bunga di lokasi penemuan mayat Noven belakang Masjid Raya Bogor, Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor. Foto/Haryudi/KORAN SINDO
A+ A-
BOGOR - Hampir dua pekan kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baranangsiang, Kota Bogor yang tewas ditikam pria tak dikenal di gang belakang Masjid Raya Bogor, Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor belum juga terungkap.

Tim penyidik gabungan dari Polda Jawa Barat, Polresta Bogor Kota dan Polsek Bogor Timur masih melakukan pengembangan dan penyelidikan dalam menangkap pelaku yang sempat terekam CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsudi Widodo saat ditemui wartawan di kantornya mengaku masih menunggu hasil analisa barang bukti rekaman CCTV dari tim Laboratorium Forensik Mabes Polri.



"Rekaman CCTV yang tengah dianalisa adalah rekaman sehari sebelum dan pada saat kejadian. Upaya ini dilakukan untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, untuk kemudian dibuat sketsa wajah," jelasnya di Bogor, Kamis (17/1/2019).

Saat ini, lanjut dia, sketsa wajah pelaku masih dalam penyempurnaan. Karena selain dari CCTV, proses pembuatan sketsa wajah juga dibuat berdasarkan keterangan saksi.

"Selain itu, sudah ada 20 saksi yang dimintai keterangan, mulai dari teman korban, penjaga kos, warga sekitar, orang tua korban hingga beberapa teman dekat dan mantan kekasihnya," katanya.

Kendati demikian, Kompol Marsudi menjelaskan, pihaknya kesulitan mengungkap kasus pembunuhan ini lantaran minim saksi di lokasi kejadian. Selain itu, tidak ada keterangan saksi yang mengarah kepada seseorang yang diduga sebagai pelakunya.

"Setelah dicocokkan gambar pelaku yang kami tunjukkan, satu sama lain tidak ada yang kenal dengan pelaku," tukasnya.

Dia menerangkan, antara pelaku dengan korban diduga kuat tidak saling kenal. Dari analisa rekaman CCTV pada saat kejadian, pelaku langsung menikamnya setelah sekitar 30 menit menunggu korban melintas di gang samping kosannya itu.

"Kalau saling kenal, korban pasti berhenti dulu sebelum pelaku mendekatinya karena kaget atau menggambarkan terkejut," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian hingga saat gang yang terpasang garis polisi terus dipenuhi karangan bunga dari rekan-rekan sekolahnya. Pasalnya, hampir setiap hari gerbang gang lokasi pembunuhan rutin didatangi siswa-siswi SMK Baranangsiang untuk menaruh bunga.

Rusli Sofian (44), petugas keamanan RW 3 Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, mengatakan hampir setiap hari melihat para pelajar berseragam putih abu lengkap dengan badge SMK Baranangsiang datang ke lokasi.

"Biasanya pagi mereka datang untuk menaruh bunga. Sore jarang. Pakai sepeda motor mereka datang berseragam sekolah lengkap," katanya.

Dia juga menjelaskan, selain dari siswa SMK Baranangsiang ada juga beberapa orang datang ke lokasi kejadian untuk mendoakan Noven.

"Beberapa orang dengan memakai mobil juga ada yang datang saat sore hari. Mereka menyalakan lilin, menabur bunga, lalu mendoakan korban. Sepertinya mereka dari perkumpulan keagamaan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Andrian Yubelia alias Noven ditemukan tewas bersimbah darah setelah ditikam orang tak dikenal di gang samping kosannya atau Gang Belakang Masjid Raya, Selasa 8 Januari 2019 sore.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak