alexametrics

KIA di Kota Bogor Sudah Berjalan, Kadisdukcapil: Hanya Belum Semua

loading...
KIA di Kota Bogor Sudah Berjalan, Kadisdukcapil: Hanya Belum Semua
Pembuatan KIA di Kota Bogor sementara ini berlaku hanya kepada anak yang baru lahir bersamaan dengan pembuatan akta kelahiran serta pembuatan kartu keluarga baru. Foto: dok/SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A+ A-
BOGOR - Pemkot Bogor memastikan program Kartu Identitas Anak (KIA) yang merupakan program pemerintah pusat hingga saat ini masih berjalan. Namun belum semua KIA berjalan sehingga untuk pendaftaran sekolah cukup menggunakan kartu keluarga dan akta kelahiran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor Dody Achdiat mengatakan, pembuatan KIA sementara ini berlaku hanya kepada anak yang baru lahir serta pembuatan kartu keluarga baru.

"Masih dan terus berjalan. Hanya belum semua, karena keterbatasan sarana blanko KIA nya, kita belum bisa dibuka atau open (untuk masyarakat)," jelasnya kepada wartawan, Senin (14/1/2019).



Ia menjelaskan, tahap pertama (0-5 tahun) sudah berjalan (tahun anggaran 2018) yang di cetak KIA itu adalah orang tua yang saat itu mengajukan akta kelahiran untuk anaknya.

"Jadi, seiring dengan pengajuan akta kelahiran, itu mereka dibuatkan KIA nya dan Kartu Keluarga yang baru (penambahan anggota keluarga)," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, pada tahun ini (2019) pihaknya segera melaksanakan pengadaan blanko KIA tahap kedua untuk usia SD (5-12 Tahun). "Kira-kira bulan Juni kita akan pengadaan blanko KIA tahap kedua karena saat itu masih terkendala pengadaan blanko, karena bersumber dari APBD Kota Bogor," katanya.

Namun demikian, pihaknya tak bisa merinci terkait jumlah KIA yang sudah tercetak untuk anak-anak di Kota Bogor pada tahap pertama. "Yang jelas datanya ada, di staf saya, saya khawatir salah soal angkanya berapa," ungkapnya.

Meski baru di akan di sediakan kembali pada Juni 2019 mendatang. Pihaknya menjamin, bagi para orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah, cukup membawa Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran saja.

"Saya sudah berkordinasi dengan Dinas Pendidikan, menyusul pengadaan KIA tahap dua (untuk usia 5-12) baru dimulai Juni. Maka cukup membawa KK dan Akta Kelahiran saja, karena nantinya untuk mendaftarkan anak ke sekolah syaratnya memiliki KIA," jelasnya.

Ia menjelaskan, kepemilikan KIA bagi anak-anak wajib sebagaimana diatur dalam payung hukum Pasal 27 UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimana telah diubah dengan UU 24 tahun 2013.

"Bahkan UUD 1945 juga menyebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan. Yang pasti tujuannya untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak, jadi tak hanya orang dewasa saja memiliki KTP elektronik tapi anak dibawah umur 17 juga berhak memiliki KTP elektron atau KIA," pungkasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak