alexametrics

Sambil Gendong Anak, Ibu-ibu Rela Antre Berjam-jam Buat KIA

loading...
Sambil Gendong Anak, Ibu-ibu Rela Antre Berjam-jam Buat KIA
Ibu-ibu mengantre demi membuat KIA di Pemkot Tangsel. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Antrean warga pembuat Kartu Identitas Anak (KIA) membludak sejak pagi di halaman depan Transmart, Graha Raya Bintaro, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sambil menggendong dan menenteng anaknya, ribuan ibu-ibu dan bapak-bapak ini rela mengantre dan berdiri berjam-jam. Bahkan, saat hujan mengguyur, mereka tidak mau beranjak dari tempatnya berdiri.

Dedi, salah seorang warga mengatakan, dirinya datang sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, antrean warga sudah membludak, dan sudah sepanjang hingga ratusan meter.



"Saya datang dari pukul 9.30 WIB, dan dapat nomor antrean 816. Antreannya memang cukup panjang. Saya datang berdua dengan anak saya Divania Choirunnisa," katanya kepada KORAN SINDO di lokasi, Rabu (9/1/2019).

Dijelaskan dia, Divania saat ini duduk di bangku Kelas VI SD. Sebentar lagi, dia akan masuk SMP. Salah satu syarat masuk SMP, memiliki KIA. Disinilah, pentingnya KIA.

"Kartu ini sangat penting, dan menjadi salah satu persyaratan masuk ke SMP. Apalagi, anak saya sudah Kelas 6 SD dan mau masuk SMP. Kalau anak saya yang kedua, yang kecil malah sudah buat," ungkapnya.

Meski demikian, Dedi mengaku mekanisme KIA ini sangat merepotkan. Apalagi, dalam pembuatanya anak-anak harus dibawa. Sehingga, anak-anak juga diajak mengantre.

"Tadi anak saya sempat masuk pagi, lalu saya jemput pukul 9 ke sekolah izin membuat KIA. Ribet. Harusnya sekolah saja yang membuatkan secara kolektif. Kan tidak akan mengganggu jam belajar anak," paparnya.

Dilanjutkan Dedi, pada awalnya pembuatan KIA di Disdukcapil. Namun, mulai 31 Desember, pembuatan KIA diserahkan ke sekolah. Tetapi informasinya tidak sampai.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak