alexametrics

Tendang Alat Kelamin, Petugas Transjakarta Lolos Aksi Perampokan

loading...
Tendang Alat Kelamin, Petugas Transjakarta Lolos Aksi Perampokan
Bus Transjakarta tengah berhenti menurunkan dan menaikkan penumpang di salah satu haltenya. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - ARN (25), seorang petugas halte Transjakarta, disatroni perampok saat tengah bertugas di Halte Tegal Parang, Jakarta. Korban didorong, dibekap, dicekek oleh pelaku dan diancam akan dibunuh. Kejadian itu terekam oleh kamera pengintai yang ada di lokasi.

Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo mengatakan, video kejadian itu viral di media sosial. Dia menerangkan, akibat Minggu 6 Januari 2019 itu, ARN untuk sementara waktu tidak dapat bekerja dan masih dirawat.

"Korban menceritakan, pelaku mulanya meminta informasi mengenai layanan Transjakarta ke Ragunan. Setelah dijelaskan, ARN kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya pada wartawan, Rabu (9/1/2019).



Namun, pelaku masih berada di Halte Transjakarta Tegal Parang, Jakarta. ARN mencurigai tindakan pria tersebut yang masih berada di lokasi, dia pun berniat melapor ke petugas keamanan, tapi langsung dibekap oleh pelaku.

Pelaku berusaha membuka laci untuk mengambil uang di loket halte Transjakarta dengan mendorong, membekap, mencekek ARN. Korban berusaha menghalangi aksi kejahatan tersebut.

"ARN meremas dan menendang alat kelamin pelaku hingga berteriak untuk meminta pertolongan. Seketika karyawan maupun pelanggan Transjakarta menyelamatkannya dan mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil kabur dengan menggunakan taksi," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta, Agung Wicaksono menambahkan, atas tindakannya itu, dia mengapresiasi kegigihan ARN yang sudah berjuang. Tindakannya menjadi inspirasi bagi semua petugas layanan halte Transjakarta agar selalu ramah tapi tetap waspada.

"Dia perempuan hebat, berani bertaruh keselamatan demi tugas. Manajemen Transjakarta mengutuk aksi kejahatan yang terjadi di halte Transjakarta," katanya.

Dia menambahkan, guna mencegah aksi kejahatan kembali, Transjakarta akan meminta dukungan lebih banyak dari aparat untuk pengamanan.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak