alexametrics

Begini Penampakan Gunung Sampah Setinggi 18 Meter di TPA Rawa Kucing

loading...
Begini Penampakan Gunung Sampah Setinggi 18 Meter di TPA Rawa Kucing
Seorang pemulung yang sudah lanjut usia melintas di antara tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing, Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (3/1/2019). Foto: KORAN SINDO/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG - Volume sampah warga Kota Tangerang, Banten, mencapai 1.300 ton sehari. Sampah-sampah itu dibuang langsung ke TPA Rawa Kucing di Neglasari.

TPA seluas 34,8 hektare itu sejak pertama kali dioperasikan pada 1992, sudah terpakai seluas 20 hektare (ha) lebih untuk menampung sampah. Selebihnya untuk kawasan hijau seluas 7 ha dan sisa untuk lokasi penampungan sampah tinggal sekitar 5-7 ha.

"Secara keseluruhan, total lahan yang telah digunakan untuk menampung sampah di TPA Rawa Kucing ini ada sekitar 20 hektare lebih," ujar Kepala UPT TPA Rawa Kucing Diding Sudirman, Kamis (3/1/2019).



Menurut dia, hal yang membuat TPA Rawa Kucing masih bisa bertahan hingga saat ini lantaran sebelum digunakan sebagai TPA, kawasan itu merupakan tambang galian C.

"Jadi kita ini sebenarnya beruntung, karena TPA ini dulunya kawasan tambang galian tipe C yang memiliki kedalaman mulai dari 15 meter, 25 meter, hingga 30 meter, dan sampah bisa masuk ke dalam," jelasnya.

Diperkirakan dalam 5-10 tahun ke depan, TPA itu akan penuh dan tidak bisa digunakan lagi untuk membuang sampah. Karenanya diperlukan teknologi penghancur sampah di TPA itu.

Ia menyebutkan, tidak adanya penghancur sampah membuat jutaan ton sampah yang menumpuk selama 26 tahun di TPA itu membentuk piramida setinggi 18 meter.

Teknologi penghancur sampah itu sangat penting mengingat volume sampah warga Kota Tangerang tiap tahunnya selalu meningkat, mengikuti kenaikan jumlah penduduk.

"Kita harus sudah punya teknologi, karena jika tidak ada teknologi, pembuangan pasti habis. Dalam 10 tahun ke depan kita tidak bisa buang. Tapi bukan hanya teknologi, penghijauannya juga harus jalan," jelasnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak