alexametrics

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota Brimob di Depok

loading...
Polisi Tetapkan Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota Brimob di Depok
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto memberikan keterangan pers terkait penangkapan tersanga, Kamis (27/12/2018). Foto: KORAN SINDO/R Ratna purnama
A+ A-
DEPOK - Polisi menetapkan lima orang tersangka pelaku pengeroyokan anggota Brimob di Jalan Juanda, Sukmajaya, Depok, pada Selasa (25/12) sore. Kelima tersangka diamankan pada Rabu (26/12/2018) sore.

Sebelumnya, polisi mengamankan belasan orang yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Dari 19 orang yang diamankan, sebanyak 13 diantaranya adalah anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas).

Kemudian dari belasan orang itu akhirnya ditetapkan lima tersangka yang diduga terlibat pemukulan terhadap Ipda Ishak yang merupakan anggota Brimob.



Mereka adalah W, JF, AS, DD, dan RH. Diketahui bahwa yang melakukan pemukulan pertama kali adalah W. Kelimanya diamankan setelah didapat keterangan dari saksi dan dirasa memenuhi dua alat bukti. (Baca juga: Begini Kronologis Pengeroyokan Anggota Brimob di Depok)

"Hasil olah TKP penyidik memverivikasi saksi 19 orang. Kemudian di antaranya 13 dari anggota ormas, dari 13 tersebut ditetapkan lima orang pelaku pengeroyokan, pengancaman kepada Ipda Ishak," ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Kamis (27/12/2018).

Kelima pelaku memiliki peranan masing-masing. Ada yang memukul korban kemudian ada yang menarik baju korban, dan ada yang menghentikan kendaraan. "Ada yang menggebrak kendaraan, ada yang memukul, menarik baju korban," tukasnya.

Kini kelima pelaku mendekam di sel Polresta Depok. Mereka dijerat Pasal 170 dan atau Pasal 335 dan Pasal 358 junto 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Hingga kini pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut. "Kita akan terus melakukan pengembangan dan bila ditemukan dua alat bukti kita akan memburu yang ikut serta. Inisial W yang memprovokasi pertama," katanya.

Adapun kondisi korban saat ini sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Korban mengalami luka memar akibat pemukulan itu. "Yang bersangkutan sudah bisa beraktivitas kembali. Saat ini sudah seperti biasa," pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak