alexametrics

Tanpa Perlintasan Sebidang, PT KAI Bisa Operasikan 2.000 Perjalanan

loading...
Tanpa Perlintasan Sebidang, PT KAI Bisa Operasikan 2.000 Perjalanan
Perlintasan sebidang membuat perjalanan kereta api di Jabodetabek terbatas. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Tingginya antusias pengguna jasa kereta api saat ini belum sebanding dengan jumlah perjalanan di Jakarta. Kondisi ini seringkali membuat tiket kereta jarak jauh habis dalam waktu singkat.

Di sisi lain, banyaknya perlintasan sebidang membuat perjalanan kereta api kian terbatas. Sebab perlintasan sebidang memberikan efek kemacetan pada kendaraan karena buka tutup pintu perlintasan.

Executive Vice Presiden PT KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rusdiansyah mengatakan, jika tanpa adanya perlintasan sebidang, pihaknya bisa menambah ratusan jadwal perjalanan. Terlebih di 2019 mendatang sistem persinyalan kereta api di Jakarta dipasang lebih canggih. “Bisa 2.000 perjalanan bila tanpa perlintasan sebidang,” ujar Dadan kepada KORAN SINDO, Minggu (23/12/2018).



Dadan menyebutkan, hingga kini hampir seribu perjalanan kereta melintas di Jakarta setiap harinya, dimana 898 perjalanan diantaranya sudah diokupansi dengan Commuter Line. Sementara sisanya terbagi antara ka jarak jauh dengan kereta barang.

Karena itu, untuk menambah perjalanan ke depannya, pada 2019 mendatang PT KAI Daop 1 Jakarta bakal memasang sistem persinyalan elektrik terbaru, yakni Automatic Train Protection (ATP). Sinyal ini merupakan sinyal modern yang mampu memberikan rasa aman bagi pengguna transportasi kereta. Selain itu, sinyal ini mampu dipasang dengan jarak antar lebih pendek, yaitu 400 meter. “Uji cobanya akan dilakukan 2019,” kata Dadan.

Mengenai kelebihannya, Dadan membeberkan, kereta api akan lebih otomatis, sehingga pihaknya tidak perlu takut untuk mensejajarkan kereta dengan jarak antar kereta 400 meter. “Jadi akan lebih cepat waktunya. Kereta akan terlihat bergandengan atau lebih gaulnya seperti konvoi,” kata Dadan.

Penggunaan sinyal ATP juga akan membuat pihaknya bisa menambah 50 persen perjalanan Kereta. Bila ditambah dengan rampung proyek Double Double Track (DDT) yang kini tengah dibangun antara Manggarai-Cikarang, bukan tak mungkin mimpi menargetkan 1,2 juta penumpang KRL akan tercapai. Sebab PT KAI Daop 1 Jakarta bisa menjalankan 2.000 kereta dalam sehari.

Meskipun demikian, Dadan memprediksi hal itu akan cukup sulit dipraktikkan di Jakarta. Hal ini dikarenakan perlintasan sebidang banyak masih ditemukan di Jakarta. “Bisa di demo kami. Palang pintukan akan buka tutup terus,” timpalnya.

Karena itu, selain tengah berkolaborasi dengan Kemenhub guna menambah perjalanan sedikit demi sedikit, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemprov DKI. Rancangan mengganti perlintasan sebidang dengan underpass atau flyover sedang disiapkan di beberapa titik.

Pelaksana tugas Kadishub DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan pada tahun ini sedikitnya sudah ada 19 perlintasan sebidang yang ditutup. Penutup itu dilakukan untuk memaksimalkan perjalanan kereta sekaligus mengurangi kemacetan. “Terlebih di beberapa titik yang ditutup diketahui sudah ada flyover dan underpass,” katanya.

Untuk tahun depan, pihaknya masih berkoordinasi dengan PT KAI guna mengetahui rencana penutupan perlintasan sebidang. Sebab diketahui penutupan harus memiliki jalur alternatif.

Sementara itu, Vice President Coorporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunissa mengaku perjalanan kereta api cukup padat di Jabodetabek. Karena itu, pihaknya melakukan berbagai cara untuk mengakomodir kebutuhan penumpang, salah satunya memperpanjang rangkaian Commuter Line. “Kini kami sedikit demi sedikit mencoba mengganti delapan gerbong menjadi 12 atau 10 gerbong,” katanya.

KCI sempat mengurangi jumlah perjalanan karena operasi KA Bandara pada awal tahun lalu. Meskipun pada akhirnya ditambah kembali saat Maret, namun Eva tak menampik volume perjalanan kereta cukup padat di Jabodetabek. Terlebih KCI harus menambah ruas perjalanan kereta hingga ke Rangkasbitung dan Cikarang. Dua perjalanan itu harus bergantian dengan perlintasan KA Jarak Jauh menuju Jawa dan Merak.

Karena itu, khusus untuk menuju Cikarang, ketika DDT selesai, pihaknya yakin kepadatan akan terurai. Sebab empat jalur itu akan terbagi antara kereta api jarak jauh dengan Commuter Line.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak