alexametrics

Puting Beliung Terjang Bogor, Pengendara Mobil Tewas Tertimpa Pohon

loading...
Puting Beliung Terjang Bogor, Pengendara Mobil Tewas Tertimpa Pohon
Mobil Avanza F 1618 EY yang dikemudikan Eni (45) rusak berat setelah tertimpa pohon. Eni pun tewas dalam peristiwa yang terjadi di Bogor.Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Hujan deras disertai angin puting beliung melanda wilayah Bogor sejak pukul 15.00-17.00 WIB pada Kamis (06/12/2018). Puluhan rumah serta sejumlah kendaraan rumah, dan seorang pengemudi mobil minibus tewas dalam peristiwa tersebut.

Korban tewas diketahui bernama Eni (45), pengemudi Avanza F 1618 EY saat melintas di Jalan Raya Lawang Gintung, Bogor Selatan, Kota Bogor. Mobil yang dikemudikan warga Bogor Nirwana Residence (BNR) Cluster Nirwana, Bogor Selatan, Kota Bogor, rusak setelah tertimpa pohon tumbang.

"Yang bersangkutan meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke RS PMI Bogor," ungkap Kepala Penerangan Komando Resort Militer (Korem) 061/Suryakancana Mayor Ratno, Kamis (06/12/2018).

Ratno menjelaskan, berdasarkan laporan anggota yang dilapangan,

angin puting beliung itu terjadi pukul 15.00, mengakibatkan robohnya tiga pohon kenari besar dan menimpa satu kendaraan angkot, empat unit kendaraan roda dua. "Lokasi tepatnya di Jalan Lawang Gintung arah Istana Batu Tulis, jadi ada beberapa kendaran yang tertimpa pohon, satu diantaranya milik korban meninggal dunia yakni Avanza Silver F 1618 EY," paparnya.
Puting Beliung Terjang Bogor, Pengendara Mobil Tewas Tertimpa Pohon


Saat ini petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Taruna Siaga Bencana (Tagana), TNI dan Polri masih berjibaku mengevakuasi reruntuhan pohon dan atap rumah warga di beberpa lokasi. Akibat kejadian itu, ruas jalan raya Lawang Gintung dan Pandu Raya lumpuh total.

Mulyana (31) warga Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor menuturkan puting beliung juga merusak atap rumahnya dan tetangganya. "Bahkan saudara saya di Pamoyanan, Perumahan Bogor Park, juga atapnya ambruk, jumlahnya banyak kang, sekarang masih pada panik karena hujan deras dan khawatir terjadi angin puting-beliung susulan, mereka mengungsi," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak