alexametrics

Bubuk Mercon Tersulut Api, Karyawan Pabrik Kembang Api Kocar-Kacir

loading...
Bubuk Mercon Tersulut Api, Karyawan Pabrik Kembang Api Kocar-Kacir
Petugas pemadam menerobos lewat jendela di lantai dua pabrik kembang api untuk mencapai sumber api dalam kebakaran pabrik kembang api di kawasan Pergudangan Multiguna, Blok C1, Pakualam, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (30/11/2018). Foto/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Pabrik kembang api PT Hensica, di kawasan Pergudangan Multiguna, Blok C1, Pakualam, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, ludes terbakar.

Pekerja PT Hensica, Edi mengatakan, api berasal dari korsleting mesin pembuat petasan, sekitar pukul 13.00 WIB, dan langsung menyambar bahan baku petasan.

"Kejadiannya tadi habis makan siang. Diduga dari mesin korslet, dan langsung nyambar mercon yang ada didekatnya," kata Edi di lokasi pabrik, Serpong Utara, Jumat (30/11/2018).

Mesin tersebut, tambah Edi, berada di lantai dua gedung. Sempat terjadi ledakan di lokasi. Hal ini membuat ratusan pegawai di dalam gedung menjadi panik dan berlarian ke luar gedung, hingga terjatuh-jatuh.

"Ada ratusan pegawai tadi yang langsung lari berhamburan keluar gedung. Langsung lari ke bawah, pada lari dari tangga. Tetapi ada juga yang lewat pintu darurat, cuma suasana sangat panik tadi," sambungnya.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Uci Sanusi menambahkan, pihaknya sempat kesulitan memadamkan api, karena asap mercon sangat pekat, dan jarak pandang petugas jadi terbatas.

"Asapnya terlalu pekat, sehingga petugas sulit untuk bernafas. Kami segera menurunkan beberapa tabung oksigen dan maskernya, untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan," jelasnya.

Meski demikian, dikatakan Uci, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran itu. Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan, dan di lantai dua gedung yang terbakar, banyak ditemukan kembang api yang terbakar.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak