alexametrics

Dirampok, Driver Taksi Online Diikat dan Dibuang ke Gorong-gorong

loading...
Dirampok, Driver Taksi Online Diikat dan Dibuang ke Gorong-gorong
Yulianto, driver taksi online yang menjadi korban perampokan di Tangerang mendapatkan pertolongan medis. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO
A+ A-
TANGERANG - Aksi perampokan driver taksi online kembali menghebohkan warga Tangerang, Banten. Jika sebelumnya korban tewas, kali ini korban selamat. Namun, kondisinya sangat memprihatinkan.

Korban bernama Yulianto, warga Kampung Wates, RT003/001, Rawa Bungur, Kabupaten Bogor Barat, merupakan driver taksi online Grab Car. Korban ditemukan dengan kondisi sekujur tubuh terluka, tangan kakinya diikat tambang dan mulutnya ditutup oleh lakban.

Driver nahas itu, pertama kali ditemukan di dalam gorong-gorong, Jalan Raya Puspiptek, Kampung Ranca Saga, Kelurahan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu 28 November 2018, sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolsek Cisauk AKP Fredy Yudha Satria membenarkan kejadian itu. Saat ini, korban yang tangan kanan dan kirinya sobek terkena celurit, serta sekujur tubuhnya luka bekas pukulan benda tumpul masih dirawat.

"Korban ditemukan oleh warga, dan dibawa ke RS Hermina, Buaran, Kecamatan Serpong, untuk mendapatkan pertolongan pertama," kata Fredy kepada KORAN SINDO di Mapolsek Cisauk, Serpong, Kamis (29/11/2018).

Dalam perampokan itu, korban mengalami kerugian satu unit mobil Xenia F 1327 RP warna putih, satu unit handphone Xiomi 4A hitam, dompet berisi uang tunai hasil ngojek Rp700.000 dan buku tabungan BRI cabang Semplak, serta data pribadi, seperti KTP.

"Kejadiannya pada Selasa 27 November 2018, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban mendapatkan order taksi di Terminal Baranangsiang, daerah Bogor, dengan tujuan Bintaro Xchange, Ciputat, dengan penumpang 3 orang laki-laki," ungkapnya.

Kemudian, saat akan mendekati Bintaro Xchange, salah satu pelaku dengan tiba-tiba meminta korban untuk langsung menepi. Saat itu, korban sudah curiga, karena tujuan order bukan di tempat itu.

"Korban mulai curiga karena itu bukan titik pemberhentian. Korban pun tidak mau berhenti. Tetapi salah seorang pelaku yang duduk di belakang langsung mengalungkan celurit ke leher korban. Baru setelah itu, korban terpaksa berhenti," sambung Fredy.

Korban akhirnya menghentikan mobilnya di bawah jembatan, dekat Bintaro Xchange, Ciputat. Setelah itu, kawanan pelaku minta korban menyerahkan kendali mobilnya. Tetapi korban melakukan perlawanan, hingga terjadi perkelahian di dalam mobil.

"Karena kalah jumlah dengan pelaku dan salah satu pelaku membawa sebilah clurit, kemudian kedua tangan korban dan kaki korban diikat dengan menggunakan tambang, dan mulutnya dilakban," jelasnya.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Yudho Huntoro pun membenarkan adanya begal di dekat Bintaro Xchange itu. Namun, dia mengaku, secara administratif wilayah itu bukan Pondok Aren. Melainkan Ciputat.

"Saya belum tahun kejadiannya. Ya, jadi bagaimana? Kalau itu, Ciputat, dekat Bintaro Xchange, bukan Pondok Aren. TKP nya juga di Setu, masuknya Polsek Cisauk. Perampokannya, terjadi di dekat Xchange, bukan Pondok Aren, itu Ciputat," jelasnya.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan pun membenarkan adanya perampokan driver taksi online itu. Dikatakan dia, saat ini Tim Vipers Polres Tangsel masih bergerak di lapangan, memburu ketiga pelaku tersebut.

"Iya, benar. Jadi para pelaku menyamar sebagai penumpang. Mobil pelaku Xenia F 1327 RP warna putih sudah ditemukan di wilayah Sukabumi. Saat ini petugas belum kembali dan masih di lapangan. Sudah ada titik terang," pungkas Ferdy Irawan.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak