alexametrics

Jumlah Pelajar yang Merokok di Kota Bogor Capai 11 Ribu Orang

loading...
Jumlah Pelajar yang Merokok di Kota Bogor Capai 11 Ribu Orang
Sejumlah anak-anak sekolah dasar (SD) melakukan kampanye anti-rokok.foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat jumlah perokok dikalangan pelajar dalam kondisi memprihatinkan. Pemkot Bogor pun berupaya melindungi para perokok pasif dengan membuat Perda No 12/2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan pihaknya jumlah perokok dikalangan pelajar Kota Bogor, baik laki-laki maupun perempuan jumlahnya semakin memprihatinkan."Sebanyak 11.000 pelajar yang mengonsumsi rokok dari mulai laki-laki hingga perempuan. Data tersebut diambil tahun 2016 yang lalu," ungkap Rubaeah pada wartawan Selasa (28/11/2018).

Rubaeah menuturkan, sejak 2009 Kota Bogor telah mengendalikan tembakau dengan menerbitkan Perda Kawasan Tanpa Rokok. "Perda tersebut untuk melindungi para perokok pasif, anak-anak, para ibu dan wanita," katanya.

Tak hanya itu, guna mencegah perokok pemula dimana para generasi muda khususnya para siswa-siswi, pihaknya mempersiapkan sejumlah program yang tujuannya menangani para perokok yang masih usia sekolah salah satunya Focus Group Discussion (FGD) di sekolah-sekolah.

"Setiap pekan, Duta Muda Sehat Kota Bogor melakukan sosialisasi dan memberikan informasi serta penyuluhan akan bahaya merokok, menghindari lingkungan yang penuh rokok dengan menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan," ujarnya.(Baca: Kawasan Tanpa Rokok Diperluas, Pemkot Bogor Ajukan Revisi Raperda)

Untuk diketahui pada 2018 ini, Pemkot Bogor kembali mengajukan revisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Nomor 12/2009 tentang KTR. Dalam revisi ini Pemkot Bogor memperluas lokasi kawasan tanpa rokok yang semula hanya delapan lokasi.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak