alexametrics

Kapolres Jakarta Barat Ultimatum Kelompok Premanisme di Wilayahnya

loading...
Kapolres Jakarta Barat Ultimatum Kelompok Premanisme di Wilayahnya
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengultimatum kelompok preman di wilayahnya agar tidak melakukan tindakan premanisme. Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Polisi masih mendalami kasus pengerusakan dan penguasaan lahan yang melibatkan Hercules Hercules Rosario Marshal. Pentolan preman legendaris ini diamankan Polres Metro Jakarta Barat dari rumahnya di Kompleks Kebon Jeruk Indah, Blok E 12 A, Kembangan, Rabu (21/11/2018).

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, memastikan akan mengembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah seiring proses penyidikan.

“Siapapun yang terlibat dan menyuruh akan kita tangkap. Semuanya masih berproses penyidikan,” ujar Kombes Hengki Haryadi, kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).



Hercules diketahui memimpin langsung puluhan anggotanya saat penguasaan lahan di wilayah Kalideres. “Kejadian 8 Agustus 2018 lalu. Dia yang pimpin langsung 60 preman ke Kalideres, Jakarta Barat,” katanya.

Hengki menjelaskan, saat tiba di lokasi Hercules dan anak buahnya melakukan pengerusakan serta menghancurkan beberapa ruko dan kantor pengelolah lahan di kawasan itu. Warga kemudian ketakutan lantaran intimidasi.

Setelah itu, Hercules menempatkan anak buahnya dan meminta uang dari pemilik lahan sebesar Rp500 ribu setiap bulannya, sebelum akhirnya Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 23 anak buahnya di dua lokasi terpisah.

Hengki mengultimatum kelompok preman lain di wilayahnya agar tidak melakukan aksi serupa. Hengki memastikan akan menindak tegas segala bentuk premanisme di wilayahnya.

“Saya tegaskan, jangan macam-macam dengan kami. Kami akan sikat, demi menciptakan zero premanisme,” tegas Hengki.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak