alexametrics

Ini 35 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

loading...
Ini 35 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi.Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti
A+ A-
JAKARTA - Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi. Dalam prarekonstruksi itu ada 35 adegan yang dipergakan oleh tersangka HS.

Prarekonstruksi ini digelar di Mapolda Metro Jaya pada Senin (19/11/2018).
"Jadi saya bacakan tiap adegannya, yang mana diikuti oleh tersangka HS memperagakannya," ungkap Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward dalam prarekonstruksi tersebut.

Menurutnya, sebanyak 35 adegan yang dipergakan dalam prarekonstruksi itu merupakan hasil keterangan HS pada polisi. Adapun ke 35 adegan itu sebagai berikut.



Adegan 1, dimulai dengan tersangka HS datang ke rumah dan mengetuk pintu.
Adegan 2, HS tiba di rumah korban pada Senin, 12 November lalu, pukul 21.00 WIB, HS ketuk pintu rumah dan yang membukakan pintu anak korban bernama Sarah, HS lalu masuk ke rumah.
Adegan 3, HS masuk rumah dan mengobrol bersama Diperum dan Maya di ruang keluarga sambil nonton tivi.
Adegan 4, saat sedang mengobrol, HS mendengar kata-kata tak enak keluar dari mulut Diperum Nainggolan, yakni nginep tidak, kalau kamu nginep nanti tak enak sama Abang kita, Douglas.
Adegan 5, korban Maya Ambarita bilang, terserah mau nginep tidaknya karna ini bukan rumah kita, kita cuma numpang disini.
Adegan 6, korban Diperum berkata sudah tahu kamu kalau HS nginep disini abang saya tak suka.
Adegan 7, korban Diperum berkata dengan bahasa daerahnya yang artinya kamu tidur di belakang saja, kayak sampah kamu.
Adegan 8, setelah mendengar kata-kata itu, HS emosi dan marah di dalam dadanya.
Adegan 9, di benak HS sudah berpikirian untuk membunuh Diperum dan Maya dengan memukulkan linggis yang ada di dapur deket wastafel.
Adegan 10, HS beranjak ke dapur dan mengambil linggis itu, sedang Maya dan Diperum sudah tidur.
Adegan 11, secara sadar dan emosi HS melihat Diperum di ruang tengah sudah tidur dalam posisi miring.
Adegan 12, HS memukul keras satu kali kepala bagian atas Diperum dan membuatnya pingsan dan tak bergerak.
Adegan 13, korban Maya sempat bangun dari tidurnya dan HS langsung memukulnya sekali.
Adegan 14, Maya masih sadar saat terjatuh lalu HS memukul lagi dua kali di bagian kepalanya.
Adegan 15, usai kedua korban tak bergerak, HS memukul Diperum lagi sebanyak dua kali.
Adegan 16, HS menusuk leher Diperum menggunakan ujung linggis yang tajam sebanyak 3 kali hingga akhirnya Diperum pun meninggal.
Adegan 17, HS menusuk leher Maya sebanyak 3 kali.
Adegan 18, usai kedua korban tak bernyawa, HS menutup wajah Diperum dan Maya yang penuh darah dengan bantal.
Adegan 19, HS meletakan linggis penuh darah di samping sebelah kiri tubuh Maya, dekat kakinya.
Adegan 20, HS duduk di sofa panjang yang ada di depan TV, terdiam sambil memikirkan perbuatannya.
Adegan 21, kedua anak korban, Sarah dan Arya terbangun dan keluar kamar mendengar ada suara gaduh.
Adegan 22, HS menyuruh kedua anak itu masuk lagi ke kamarnya, tapi Sarah bertanya pada HS, kenapa dengan ibundanya. HS pun menjawab ibunya sedang sakit dan menyuruh kedua anak itu kembali ke kamarnya.
Adegan 23, HS kembali duduk di atas sofa depan tivi sambil berfikir kenapa melakukan itu semua.
Adegan 24, HS masuk kamar Sarah dan Arya untuk menyuruh mereka tidur lagi dan kedua anak itu menurutinya. HS lalu duduk diantara kedua anak itu diatas kasur.
Adegan 25, HS terdiam di dalam kamar korban Sarah dan Arya.
Adegan 26, HS menutup tubuh Sarah dengan selimut lalu mencekik leher Sarah dengan kedua tangannya sampai tak bernapas.
Adegan 27, HS tediam sejenak, lalu mencekik Arya dengan kedua tangannya dan memastikan Arya sudah tak bernafas.
Adegan 28, HS keluar dari kamar kedua anak itu dan duduk kembali di sofa panjang depan TV untuk terdiam dan berpikir.
Adegan 29, HS ke kamar Diperum dan Maya mengambil uang Rp2 juta, dan empat handphone serta kunci mobil di atas tivi.
Adegan 30, HS memasukan barang-barang milik korban ke tas selempangnya yang berwarna biru dongker.
Adegan 31, HS mengambil linggis dengan tangan kanannya dan mengelapnya menggunakan kasur busa yang ada di depan tivi.
Adegan 32, HS membawa barang-barang milik korban berupa uang, handphone, dan linggis keluar rumah dan meninggalkan para korban.
Adegan 33, HS keluar rumah melewati pintu samping menuju kendaraan yang terparkir di samping rumahnya, yang ada mobil boks da Nissan X-Trail.
Adegan 34, HS membuka pintu (mobil X-Trail) bagian kiri, memasukan dan meletakan linggis ke bagian bawah kursinya, sedang tas slempang berwarna biru dongker ditaruhnya di jok mobil bagian tengah.
Adegan 35, HS membuka pintu pagar kontrakan, menuju mobil, menghidupkannya, dan keluar dari rumah korban berniat membuang linggis.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak