alexametrics

Sebelum Bunuh Driver Taksi Online, 3 Pelaku Pesta Sabu

loading...
Sebelum Bunuh Driver Taksi Online, 3 Pelaku Pesta Sabu
Tiga pelaku tengah menjalani adegan rekonstruksi kasus pembunuhan driver ojek online. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO
A+ A-
TANGERANG - Petugas Polresta Tangerang Kabupaten, kembali meringkus satu pelaku perampokan sekaligus pembunuhan driver taksi online Jap Son Tauw (68), di Kebumen.

Pelaku terakhir yang ditangkap ini berinisial RLP, adik tersangka REH, yang ditangkap sebelumnya di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Senin 12 November 2018. Saat ditangkap, RLP tak melakukan perlawanan.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, dengan diciduknya RLP, maka seluruh pelaku perampokan dan pembunuhan yang berjumlah tiga orang tersebut berhasil tertangkap semuanya.

"Setelah sempat buron beberapa waktu lalu, RLP, akhirnya ditangkap di Kampung Ngemplak, Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah," kata Sabilul, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan kepada ketiganya, diketahui mereka merupakan pecandu narkotika jenis sabu. Sebelum beraksi, ketiga pelaku bahkan sempat pesta sabu.

"Jadi, ketiga tersangka ini dua diantaranya kakak-beradik dan teman main di daerah Teluk Gong, Jakarta Utara. Ketiganya juga sempat mengonsumsi sabu sebelum melancarkan aksinya," sambung kapolres.

Selanjutnya, tersang Sabilul, pihaknya akan melakukan gelar perkara dan mengirim berkas perampokan disertai pembunuhan ketiga tersangka ke pihak kejaksaan.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Pasarkemis Iptu Ferdo Alfianto mengatakan, rekonstruksi perkara sudah dilakukan, pada Jumat 16 November 2018. Rekonstruksi berlangsung sebanyak 18 adegan.

"Ada 18 adegan. Proses rekonstruksi juga disaksikan langsung oleh penasihat hukum ketiga tersangka yang akan membela tersangka di pengadilan," sambung Ferdo.

Dijelaskan dia, dari proses rekonstruksi itu terungkap bahwa ketiga pelaku merupakan eksekutor dan sama-sama melakukan tindak pidana pembunuhan. Masing-masing pelaku memiliki perannya sendiri-sendiri.

"Satu orang menjerat leher pakai tali, satu lagi menusuk dengan pisau dapur, dan satu lagi memegang tangan korban. Penyebab kematian korban diperkirakan akibat sayatan benda tajam di leher," ungkapnya.

Setelah membunuh korban, para pelaku membawa jenazah ke pinggir Kali Cadas, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis. Setelah itu, korban ditenggelamkan di kali dengan diikat karung berisi batu. (Baca juga: Pembunuh Sopir Taksi Online Tertangkap, Pelakunya Remaja 17 Tahun)

Sementara itu, Tim Penasihat Hukum Pelaku Abu Ahmadi mengatakan, pihaknya tetap akan mencari bukti-bukti yang akan meringankan pelaku di muka pengadilan.

"Pembelaan ini memang diwajibkan oleh Undang-Undang. Ini wajib hukumnya. Apalagi dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara, bisa 10 tahun, dan FF statusnya masih di bawah umur," tukasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak