alexametrics

Kata Psikolog Forensik Soal Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

loading...
Kata Psikolog Forensik Soal Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi
Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018). Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Aksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, terbilang sadis. Selain membunuh Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37) menggunakan linggis, pelaku juga membunuh dua anak kecil dengan cara dicekik.

Psikolog Forensik, Reza Indra Giri meminta, polisi, jaksa dan hakim jangan terjebak dengan sikap pelaku. Karena, kata dia, pelaku sedang memainkan viktimisasi. Artinya, dirinya berasa menjadi korban kejahatan.

"Logikanya dia berpikir sebagai korban bully-an, ini yang berbahaya," kata Reza mengomentari pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jumat (16/11/2018).

Sebelumnya, polisi menetapkan Haris Simamora (HS), sebagai tersangka atas pembunuhan Keluarga Nanginggolan. Haris berdalih membunuh karena dirinya sering direndahkan. Hal ini menjadi alasan dirinya nekat membunuh keluarga Nainggolan.

Reza menjelaskan, alasan ini bisa membuat hakim terkecoh sehingga menghasilkan peringanan hukuman. Reza kemudian berasumsi motif pelaku instrumental. Ia kemudian melihat sadisnya pelaku lebih kepada 'melampaui kewajaran'. Ia yakin kondisi ini tak ubahnya dengan pencandu narkoba.

Hal ini mendorong dirinya ketika berkonfrontasi dengan korban dewasa kebablasan menjadi pembunuhan.

"Sedangkan terhadap korban anak-anak, dugaan saya, collateral damage," jelas Reza sembari menegaskan anak bukan sasaran sesungguhnya.

Karena itulah, pelaku membunuh anak, sebab kedua anak korban berpotensi menjadi saksi. Karena itu dirinya mengingatkan polisi tidak memanfaatkan pasal 44 KUHP terhadap kasus ini.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak