alexametrics

Duduki Lahan Sengketa, Puluhan Preman Bayaran Diciduk Polisi

loading...
Duduki Lahan Sengketa, Puluhan Preman Bayaran Diciduk Polisi
Puluhan preman diciduk lantaran kerap mengintimidasi pemilik lahan dan menduduki lahan sengketa di jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - Berbulan bulan kuasai dan intimidasi pemilik lahan, puluhan orang diduga preman bayaran diamankan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Ke-25 preman itu dibekuk usai tertangkap tangan melakukan perusakan di dua lokasi Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (6/11/2018).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, kejadian ini bermula saat pihaknya mendapatkan laporan warga. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti pihaknya dengan menurunkan petugas bersenjata lengkap.

"Mereka diamankan dari dua lokasi terpisah," kata Edi ketika dikonfirmasi terpisah.



Edi melanjutkan, keberadaan pelaku memang sangat meresahkan. Setelah dibayar salah satu pihak, mereka kemudian mengusai salah satu lahan dan mengintimidasi pemilik lahan, meskipun telah menunjukan sertifikat.

Kanit Kriminal Umum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Rulian Syauri menambahkan, 25 orang yang diamankan itu didapat dari dua lokasi, yakni, 15 orang di Jalan Bulak Sereh, Pegadungan, Kalideres dan 10 orang di Jala Daan Mogot km 18, RT 11/06, Kalideres, Jakarta Barat.

Saat polisi menggerebek dua lokasi itu, para preman melakukan perlawan. Tembakan peringatan sempat di letuskan sebelum puluhan pelaku menyerah. "Sempat ada yang mau kabur, tapi langsung kami amankan," kata Rulian.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki. 25 orang yang diamankan masih dilakukan penyidikan, termasuk mencari orang yang menyewa para pelaku.

"Mereka diketahui masuk dengan merusak pagar, mendirikan pos dan mengintimidasi orang yang pegang sertifikat," tutupnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak