alexametrics

Akibat Dibendung, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah

loading...
Akibat Dibendung, Taman Apung Kota Tua Dipenuhi Sampah
Sejumlah petugas kebersihan tengah melakukan pembersihan sampah yang memenuhi Taman Apung, Kali Besar, Jakarta Barat.
A+ A-
JAKARTA - Hujan deras yang melanda jakarta dalam beberapa hari membuat debit air meningkat di sejumlah kali. Sampah masyarakat ikut hanyut ke kali dan memenuhi sejumlah kali di Jakarta.

Disisi lain, Kali Besar di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat yang dipercantik pada zaman Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuat kali ini di bendung. Aliran kali menjadi terhambat dan tak lancar karena tertahan bendungan. Imbasnya, selain terancam banjir, Kali Besar menjadi tempat pembuang sampah (TPS) kali di Jakarta Barat.

Kondisi ini hampir terjadi saat pagi hari, setelah malam diguyur hujan. Sampah sampah memenuhi kawasan taman apung kota tua merusak habitat ikan yang di sana. Selain berbau tak sedap, pemungutan sampah memakan waktu lama.



“Kalau pagi ini taman enggak ada indah-indahnya bang. Sekarang bau dan banyak sampah, jelek lah pokoknya,” ucap Taslim (36), pedagang aksesoris yang mangkal di Jalan Kali Besar Barat, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (4/11/2018).

Pantauan KORAN SINDO, kini kondisi Taman Apung tak seindah dibayangkan. Air kali terlihat berwarna hijau dan mengeluarkan bau amis. Sampah-sampah plastik masih ditemukan di sela sela ponton.

Kawasan Taman Apung sendiri di bendung di sisi utara-selatan, pada sisi selatan, Taman Apung dibendung di bawah jembatan jalan Pintu Besar Utara, samping Bank Mandiri. Kemudian di sisi sebelah utara, bendungan terlihat di bawah jembatan Jalan Kunir, menggunakan pasir dilapisi plastik.

Kasudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, Edi Mulyanto tak menampik dengan kondisi itu. Dia mengakui setiap harinya empat ton sampah diangkut dari kali besar saat pagi. Pengangkutan menggunakan mobil pikap UPK dengan empat kali jalan. “Sekali jalan seton lah,” kata Edy.

Membantu masalah sampah di kota tua, Edy mengatakan, pihaknya meminta Unit Pengelolah Kawasan (UPK) Badan Air Dinas LH untuk berjaga di kawasan itu. Setiap pagi, petugas melakukan pengangkutan sampah.“Ya jadinya rutinitas,” kata Edy.

Senada Lurah Pinang Sia, Ilham R Agustian mengungkapkan, sampah suka memenuhi kawasan Taman Apung Jakarta Barat saat pagi dan usai hujan. Membantu pengangkutan sampah, dia kemudian mengerahkan puluhan petugas PPSU membantu UPK badan air melakukan pengangkutan sampah.

“Pernah sewaktu waktu dilaporkan masyarakat air di Taman Apung dipenuhi sampah banyak,” kata Ilham yang mengatakan pengangkutan sampah membutuhkan waktu lama.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak