alexametrics

Ratusan Siswa SDIT di Depok Diduga Keracunan Air

loading...
Ratusan Siswa SDIT di Depok Diduga Keracunan Air
Ratusan siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, Depok diduga mengalami keracunan.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Sebanyak 150 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, Depok diduga mengalami keracunan. Penyebabnya diduga berasal dari air yang ada di lingkungan sekolah.

Air tersebut diduga terkontaminasi bakteri dan digunakan untuk berwudhu dan cuci tangan oleh siswa. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 10 Oktober 2018 pekan lalu, dari informasi yang didapat banyak siswa yang mengalami diare dan muntah.

Namun gejala tersebut tidak dirasakan bersamaan. Beberapa di antaranya bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit. Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, anaknya mengeluh lemas dan pusing.

Kemudian dia memberikan obat tapi tidak sembuh. "Rabu lalu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari anak saya muntah. Dua jam kemudian mulai diare terus-terusan tidak berhenti. Saya kasih obat sama oralit saja, tapi enggak sembuh-sembuh berkelanjutan terus sampai Minggu pagi saya bawa ke UGD," katanya pada Rabu (17/10/2018).

Diperkirakan ada 150 siswa yang mengalami keracunan air. "Dua Minggu yang lalu anak saya sudah mengeluh tentang air wudhu yang bau tinja. Saya tanya sudah bilang ke Pak guru, sudah katanya. Saya berpikir pasti pihak sekolah akan ada tindak lanjut karena keluhan anak-anak," ungkapnya.

Setelah kejadian ini, pihak sekolah langsung diberitahu. Dari keterangan pihak sekolah, memang benar saat menerima laporan sekolah langsung mengecek kondisi air. Saat itu memang air agak berbau.

Kemudian sekolah melaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Depok untuk diambil contoh air dan dilakukan uji laboratorium. "Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan, kita tidak bisa bilang ini keracunan ataupun apa, karena dinas belum memberikan informasi apa-apa. Kami dilarang mengeluarkan statement apa pun sebelum keluar hasilnya dari dinas," kata Ketua Umum Yayasan SDIT Pondok Duta, Uzman Rizal.

Uzman menuturkan, sekolah sudah memutus sumber air yang biasa digunakan dan tempat penampungan air akan dibersihkan. Dikatakan dia, sumber air di sekolah tersebut ada dua. Pertama dibangun tahun 1991 dan kedua tahun 2017. "Jadi saat ini telah kita alihkan sumber airnya ke air sumber yang baru kemudian pada hari Jumatnya kita pakai sumber air yang baru. Kita tes sudah tidak bau lagi," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak