alexametrics

Anies Harap Rumah DP 0 Rupiah Tingkatkan Kualitas Hidup

loading...
Anies Harap Rumah DP 0 Rupiah Tingkatkan Kualitas Hidup
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di lokasi rumah DP 0 Rupiah, Klapa Village, Pondok kelapa, Jakarta Timur. Foto/Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, sebanyak 51,7% warga Jakarta tidak memiliki rumah tinggal. Warga seringkali terbentur dengan biaya uang muka ketika hendak mengambil rumah tinggal.

"Kita ingin agar kebutuhan dasar dipikirkan dan diberikan solusi. Hambatannya biaya untuk DP. Untuk itu, program ini menjadi prioritas. Kami menyadari biaya hidup di Jakarta tinggi. Kami berharap adanya program DP 0 Rupiah bisa menyelesaikan problem tersebut," kata Anies dalam sambutannya di Klapa Village, Pondok kelapa, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menambahkan, selain mencukupi kebutuhan dasar akan perumahan, program rumah DP 0 Rupiah diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup.

"Tujuannya peningkatan kualitas hidup memperhatikan keadilan sosial memberikan kesempatan setara. Kami ingin warga Jakarta memikili rumah milik sendiri. Mereka akan terbawa dalam eskalator harga properti. Eskalator itu sebelumnya mereka tak terlibat (karena tak memiliki rumah)," lanjut Anies.

Diketahui, Klapa Village merupakan proyek percontohan rumah DP 0 Rupiah. Ke depannya, diharapkan seluruh pihak bisa membantu menyediakan perumahan dengan skema pembayaran yang sama. (Baca juga: Anies Resmikan Rumah DP 0 Rupiah di Klapa Village Pondok Kelapa)

"Saya ingin garisbawahi yang kita siapkan ini awal. Nanti akan ada lagi lebih banyak warga Jakarta dapat rumah tinggal skema DP 0 Rupiah. Kami berharap nanti bisa dikelaola tidak hanya Pemprov DKI dan BUMD tapi juga perusahaan properti," tutup Anies.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak