alexametrics

Operasi Senyap, Polisi Gulung Gerombolan Rampok di Jakarta

loading...
Operasi Senyap, Polisi Gulung Gerombolan Rampok di Jakarta
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - Setahun menebar teror di jalanan Jakarta, kelompok rampok Tato Batik harus luluh di hadapan polisi. Ratusan aksi perampokan, pembegalan, hingga pencurian sudah dilakukan kelompok ini.

Bermodal keahlia mengalihkan korbannya, para pelaku mampu mencuri sepeda motor kurang dari dua menit. Ratusan sepeda motor seperti Yamaha Nmax, Honda Vario, hingga Kawasaki KLX berhasil digondol tanpa merusak lubang kunci, satu sepeda motor mampu dijual Rp8 hingga Rp12 juta per unitnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, tujuh pelaku yang diamankan polisi di tiga tempat terpisah, yakni Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Pati, Jawa Tengah. Dari ketujuh pelaku, tiga di antaranya harus tertembus timah panas polisi karena melawan.

"Di Jakarta Barat sendiri sudah ada 37 tempat kejadian. Kami masih menginventarisir laporan warga, yang jelas pengakuannya sudah ratusan tempat di Jakarta," kata Edy di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (10/10/2018).

Edy memaparkan tujuh pelaku yang diamankan yakni, empat pemetik, David Yanuar, Muhayar Satria Sigit, Muhammad Wahyu Alqadri dan Bayu Sunarto. Serta tiga pemetik, Syaiful Rahman, Heriyanto,dan Yayan Prasetya.

Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan 15 sepeda motor, beberapa handphone hasil curian, kartu ATM dan STNK kendaraan. Kesemua benda itu diamankan usai polisi dipimpin Kanit Kriminal Umum (Krimum), AKP Rulian Syauri dan Kasubnit Jatanras, IPDA Reza Arif melakukan operasi penangkapan seharian penuh di tiga lokasi.

"Dua pelaku masih buron. Dan masih kami buru," kata Edy sembari mengatakan dua yang buron merupakan pemetik.

Meskipun tak membawa senjata tajam saat beraksi, namun enam rampok tak segan melukai korbannya. Mereka kemudian terfokus untuk mendapatkan sepeda motor utuh, tanpa harus dirusak lubang kuncinya.

"Tanpa dirusak lubang kuncinya, maka harga motor akan mahal," tambah Edy.

Kanit Krimum Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Rulian Syauri menambahkan, terbongkarnya kasus ini bermula saat pihaknya menelusuri laporan perampasan sepeda motor di Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Senin 3 September 2018. Kala itu korbannya Muhammad Dhiaul dipepet dua orang tak dikenal.

Dhiaul yang kala itu mempertahankan sepeda motor Nmax tak berdaya usai di tendang pelaku. Ia kemudian terluka di sekujur tubuh akibat terjatuh dari motor, sementara sepeda motornya berhasil digondol pelaku. Kondisi serupa juga dialami korban lainnya, Zul Amali yang dirampok pada Senin 10 September 2018.

"Kami kemudian mendapati titik terang dan mengamankan David di Cilincing semalam," ucap Rulian.

Dari keterangan David, polisi kemudian melakukan operasi senyap mengamankan dua pelaku lainnya Muhayar Satria Sigit dan Muhammad Wahyu Alqadri tak jauh dari penangkapan David. Dari ketigannya, polisi kemudian mengamankan Bayu Sunarto di kawasan Tanjung Priok.

Polisi kemudian mengembangkan dan mengamankan Syaiful Rahman dan Heriyanto di Cilincing, serta Yayan Prasetya di kawasan Pati, Jawa Tengah.

"Dari operasi ini, kami kemudian menembak tiga pelaku karena melawan," tegasnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak