alexametrics

Rampok Pelajar, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Warga Bekasi

loading...
Rampok Pelajar, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Warga Bekasi
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Dua remaja babak belur dihajar warga Perumahan Kolagad, Pondok Melati, Kota Bekasi karena berusaha merampas sebuah handphone milik pelajar. Beruntung ada petugas yang sedang patroli sehingga nyawa keduanya berhasil diselamatkan.

Tersangka IB (19) dan AS (18) sempat diamuk massa yang kesal dengan ulahnya karena berbuat kejahatan di wilayah setempat. "Kedua tersangka masih remaja, dan keduanya sudah kami amankan," ujar Kepala Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kompol Suwari, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, kedua tersangka nekad melakukan aksi perampokan terhadap pelajar dengan inisial ML (15). Bahkan, dalam aksinya kedua tersangka menggunakan senjata tajam celurit untuk menakuti korbanya.

Korban melawan berusaha mempertahankan HP miliknya dan membuat kedua pelaku beringas dan memukuli korban. "Kesal dengan perlawanan korban, kedua pelaku memukuli korban hingga terjadi perkelahian yang tidak seimbang," ujarnya.

Dalam kondisi tersudut, ML berteriak meminta bantuan. Warga yang mendengar teriakannya bergegas ke lokasi untuk melerai perkelahian tersebut. Saat kedua belah pihak dipisahkan, ML mengaku menjadi korban kejahatan para pelaku.

Massa yang kesal dengan ulahnya, langsung memukul IB dan AS dengan tangan kosong hingga mengalami luka lebam di bagian wajah. "Kedua tersangka sudah mengakui perbuatanya, dan kami lakukan penahanan," jelasnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

Kini kedua tersangka meringkuk di Mapolsek Pondok Gede untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. "Kami masih kembangkan kasus ini, soalnya beberapa pelajar ada yang mengaku menjadi korban kejahatan seperti ini," tukasnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak