alexametrics

DKI Kirim Tim Medis Terlatih untuk Kurangi Mortalitas di Palu-Donggala

loading...
DKI Kirim Tim Medis Terlatih untuk Kurangi Mortalitas di Palu-Donggala
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas keberangkatan 83 personel Tim Tanggap Ibu Kota ke Sulteng, Senin (1/10/2018). Foto: Ist
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengirimkan Tim Tanggap Ibu Kota untuk membantu bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka dilepas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).

Tim itu berasal dari sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dengan total personel berjumlah 83 orang. Di antara puluhan personel Tim Tanggap Ibu Kota itu, terdapat tenaga medis yang diklaim telah terlatih untuk mengevakuasi korban bencana. Mereka akan fokus mengurangi mortalitas (tingkat kematian) akibat bencana alam di Palu dan Donggala.

“Sebagian besar korban sebenarnya masih memiliki kemungkinan hidup. Namun karena tidak secara cepat ditangani, bisa karena pendarahan atau tidak makan-minum, sehingga meninggal (dunia), terutama anak-anak,” ujar Koordinator Tenaga Medis Tim Tanggap Ibu Kota, dokter Arsanto Tri Widodo.



Arsanto menyebut terdapat 20 tenaga medis yang ditugaskan ke Palu dan Donggala, terdiri atas 2 dokter ortopedi, 1 dokter obgyn, 1 dokter spesialis anak, 1 dokter spesialis anastesi, 1 dokter bedah umum, 4 dokter gawat darurat, 9 perawat, 1 apoteker, serta 2 petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Seluruh tenaga medis Tim Tanggap Ibu Kota itu akan membawa perlengkapan serta obat-obatan lengkap. “Kami nanti yang bekerja itu ada instrumen operasi, implan, obat, alat-alat habis pakai, seperti alkohol, antiseptic, mungkin hampir 1 ton kami mau bawa,” jelasnya.

Menurut dia, para tenaga medis telah mempersiapkan diri sebelum berangkat ke lokasi terdampak gempa. “Kami tentu persiapkan kebutuhan pribadi dulu karena di sana relawan tidak boleh membebani tuan rumah. Misalnya, baju, celana, sepatu cepat kering, sleeping bag, makanan, minuman, dan lainnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, Arsanto sudah pernah empat kali dikirim ke daerah bencana alam. Ia juga bertugas pada hari pertama pascatsunami Aceh tahun 2004 silam.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak