alexametrics

Pemprov DKI Sumbang Rp60 Miliar untuk Korban Gempa di Sulteng

loading...
Pemprov DKI Sumbang Rp60 Miliar untuk Korban Gempa di Sulteng
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melepas tim Tagana untuk membantu korban gempa di Sulteng, Senin (1/10/2018). Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas kepergian tim perwakilan Pemprov DKI untuk membantu korban gempa dan tsunami baik di Palu maupun Donggala, Sulawesi Tengah.

Anies menyatakan, tim gabungan tersebut terdiri 83 orang perwakilan dari tiap dinas yang bersinggungan dengan masalah kebencanaan.

"Kita kirimkan 83 orang hari ini untuk berangkat ke Sulteng. Bekerja membantu di dalam fase-fase awal penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Sulteng," kata Anies di Monas, Senin (1/10/2018).



Mantan Mendikbud itu melanjutkan, mereka yang berangkat jangan pernah menganggap ini sebagai pengorbanan, tapi harus memandang ini sebagai persiapan.

"Saudara-saudara mendapat kehormatan mewakili ibu kota, berada di lokasi-lokasi bencana untuk meringankan beban saudara-saudara kita," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Pemprov DKI juga akan mengalokasikan Rp60 miliar untuk membantu meringankan beban korban gempa di Palu dan Donggala.

"Kita akan koordinasikan dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah. Alokasinya Rp60 miliar dan kita akan siapkan balai kota sebagai tempat untuk penampungan bagi lembaga-lembaga, organisasi-organisasi, yang selama ini menyalurkan bantuan-bantuan ke Sulawesi Tengah," sambungnya.

Pihaknya akan membantu mengerjakan personalia dan anggaran. Anies juga berharap agar proses recovery di sana berjalan dengam cepat.

"Doa kami kepada semuanya, simpati kami kepada semua dan kita doakan saudara-saudara kita yang berangkat kembali dalam keadaan sehat dan benar-benar bisa membantu meringankan beban saudara kita di sana," tutupnya.
(ysw)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak