alexametrics

Soal Bentrok Ormas di Gandaria, Ternyata karena Terpancing Kabar Hoax

loading...
Soal Bentrok Ormas di Gandaria, Ternyata karena Terpancing Kabar Hoax
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Polisi menduga, bentrokan yang terjadi antara Ormas FBR dan Pemuda Pancasila (PP) di wilayah Jakarta Selatan ternyata dipicu oleh isu yang beredar di media sosial (medsos). Melalui medsos, dikabarkan kalau ada posko dan berndera ormas dibakar sehingga memancing kemarahan anggota ormas tersebut.

"Mereka (FBR) ke makan isu di medsos, waktu mereka milad di FBR ada isu pembakaran bendera FBR. pos mereka (FBR) diserang sama PP, padahal hoax semua," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar pada wartawan, (16/9/2018).

Karena terpengaruh, akhirnya pulang dari Milad FBR. Saat pulang itu FBR ini sudah niat melakukan penyerangan. Akhirnya terjadilah bentrokan PP vs FB di Ciledug (Tangerang) di depan rumah makan Padang. Usai itu, PP melakukan penyerangan balik di Gandaria City hingga lempar-lemparan botol. (Baca: Saling Serang Pakai Golok, Dua Kelompok Ormas Bentrok di Pamulang)

Setelah keributan di sekitar Gandaria City, imbasnya berlanjut ke Cipulir, Kebayoran Lama. "Lalu ke Cipulir, di sana kasihan, yang diserang tukang parkir, masa tukang parkir dianiaya. Setelah kita cari tahu, kita lidik, ada rebutan parkir antara PP sama tukang parkirnya," tuturnya.

Dari kejadian itu, pihak kepolisian telah mengidentifikasi para terduga pelaku yang diduga dari pihak PP yang melakukan penyerangan ke markas FBR di sekitar Gandaria City. Polisi pun sudah mengidentifikasi sejumlah orang yang melakukan perusakan dan penganiayaan.

Dia menambahkan, orang yang telah teridentifikasi ini diduga berasal dari pihak PP. Terduga pelaku ini juga yang diduga menjadi provokator. "Dari pihak PP. Kita urusannya siapa yang melakukan, mau dia ormas mana pun kita ambil, tidak ada cerita," katanya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak