alexametrics

Langgar Ganjil Genap Selama Asian Games, 26.000 Kendaraan Ditilang

loading...
Langgar Ganjil Genap Selama Asian Games, 26.000 Kendaraan Ditilang
Petugas kepolisian melakukan pengawasan terkait pemberlakuan ganjil genap di Jakarta.Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat selama sebulan kebijakan perluasan ganjil genap Ibu Kota diberlakukan demi menyukseskan penyelenggaran Asian Games 2018 ada sebanyak 26.055 pengendara roda empat yang melanggar hinggga akhirnya ditindak polisi. Sementara, terkait dengan kemacetan langsung berkurang hingga kecepatan juga bertambah.

Sejak 1 Agustus hingga 31 Agustus dilakukan, dari jumlah 26.055 pelanggar itu, polisi menyita sebanyak 13.441 Surat Izin Mengemudi (SIM) pelanggar, dan 12.614 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). "Jumlah penindakan tertinggi di Jakarta Timur sebanyak 5.248 pelanggar," ungkap Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto pada wartawan Kamis, 13 September 2018 kemarin.

Meski jumlah penindakan tertinggi ada di Jakarta Timur. Namun, perlu diketahui kalau para pengendara paling sering melanggar di lokasi Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Tercatat ada sebanyak 4.442 pengendara bandel ditilang di sana. Sedangkan lokasi kedua yang jadi lokasi banyak pendendara melanggar ada di kawasan Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur dengan jumlah 4.174 pengendara yang ditilang di sana.



Kebijakan perluasan ganjil genap yang sedianya diberlakukan sampai perhelatan Asian Games 2018 usai pun kini diperpanjang sampai kegiatan Asian Para Games 2018 yang berakhir 13 Oktober 2018. Untuk itu, Budi mengimbau para pengendara bisa menyesuaikan kembali.

Sosialisasi sendiri sudah dilakukan pada Sabtu 1 September 2018 lalu. Rencananya kebijakan perluasan juga akan dipermanenkan usai Asian Para Games 2018, namun hal itu akan dikaji dulu.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, sejauh ini memang masih dilakukan pembahasan mengenai peraturan genap ganjil yang akan dipatenkan. Namun, pembahasan tersebut baru akan dilakukan usai Asian Para Games mendatang.

"Pastinya akan ada modifikasi, namun apa modifikasinya masih akan dibahas nanti," ucapnya.
(whb)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak