alexametrics

Bertemu dengan Kelompok Pelajar Rivalnya, Siswa SMK Dianiaya

loading...
Bertemu dengan Kelompok Pelajar Rivalnya, Siswa SMK Dianiaya
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG - Aksi kekerasan pelajar kembali marak, setelah tawuran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menewaskan seorang siswa, seorang pelajar SMK di Kota Tangerang disabet celurit.

Aksi pembacokan ini menyasar Teddy Hermawan, siswa Kelas 1 SMKN 4 Kota Tangerang. Korban dibacok pelajar kelas 1 SMK PGRI 2 Kota Tangerang, Selasa 14 Agustus 2018 lalu.

Kepada wartawan, MNT mengakui bahwa dirinya yang membacok Teddy dengan celurit. Namun, dia tidak melakukannya seorang diri. Ada kawan-kawannya yang juga ikut melakukan pembacokan.

"Saya yang membacok tangan kiri korban dengan celurit. Saat itu, korban sedang jalan sendiri, di Jalan Benteng Betawi," kata Noval Tahesa, kepada wartawan, di Polsek Tangerang, Jumat (17/8/2018).



Aksi pembacokan ini, dilatar belakangi oleh dendam lama kedua sekolah. Dia dan rekan-rekannya hanya korban. Meski demikian, pihaknya terseret juga hasutan untuk melanjutkan tradisi tawuran itu.

Usai pembacokan itu, MNT dan teman-temannya melarikan diri. Tidak lama kemudian, dirinya diciduk petugas Polsek Tangerang di rumahnya, Gang Almuhajirin, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono menambahkan, saat diamankan MNT tidak melakukan perlawanan. Pelaku juga mengakui, bahwa dia yang melakukan pembacokan bersama dengan temannya.

"Saat itu, korban mengaku melakukan pembacokan bersama dua rekannya TS dan AB. Tidak membutuhkan waktu lama, petugas akhirnya menangkap seluruh kawanan pelaku," tambahnya.

Kapolsek menerangkan, saat peristiwa itu terjadi korban tidak sedang terlibat tawuran. Saat itu korban sedang berjalan sendiri di Jalan Benteng Betawi Kota dan berpapasan dengan para pelaku yang langsung melakukan penganiayaan dengan senjata tajam.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak