alexametrics

Belasan Senjata Tajam dan Bom Molotov Diamankan Polisi

loading...
Belasan Senjata Tajam dan Bom Molotov Diamankan Polisi
Berbagai senjata tajam dipamerkan polisi. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Aparat Kepolisian Polsek Sukmajaya dan tim Jaguar Polresta Depok mengamankan senjata tajam berbagai jenis dan bom molotov yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran. Senjata dan bom molotov itu diamankan pada Sabtu 11 Agustus 2018 dinihari di RW 21 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Penemuan belasan senjata tajam dan bom molotov ini diduga adanya aksi balas dendam oleh kelompok lain pasca terjadinya dua penagih utang yang diamuk massa saat menagih utang.

Petugas berhasil mengamankan puluhan senjata tajam berbagai jenis, tombak, bahkan panah disembunyikan di sebuah tempat kosong. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun rencana senjata tajam yang ditemukan tersebut akan digunakan untuk tawuran antar kelompok.

"Setelah mendapat informasi masyarakat bahwa akan terjadi tawuran besar-besaran melalui medsos (media sosial)," kata Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati di Depok, Minggu (12/8/2018).

Petugas langsung menindak lanjuti laporan tersebut. Hingga akhirnya didapat sejumlah senjata dan bom molotov.

"Anggota kita bersama Jaguar melakukan pengecekan TKP ternyata banyak senjata tajam yang telah disiapkan disembunyikan di tempat kosong tidak jauh dari pemukiman penduduk," ujarnya.

Dugaan sementara peristiwa ini dipicu dari ada dua orang pria sebagai collector yang babak belur dihajar massa dari kelompok tidak dikenal.

"Kepemilikan senjata tajam yang berhasil kita sita ini masih dalam proses penyelidikan. Namun dugaan kuat akan digunakan untuk melakukan aksi serangan balasan," katanya.

Senjata tajam yang disita, lanjut Bronet, telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Depok untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Mari kita ciptakan suasana kondusifitas wilayah berjalan aman dan tentram. Galakkan pengamanan sistem Pamswakarsa dengab menggelar siskamling di lingkungan jam-jam rawan," tukasnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak