alexametrics

Pemkot Depok Akan Terapkan Ganjil Genap di Jalan Margonda

loading...
Pemkot Depok Akan Terapkan Ganjil Genap di Jalan Margonda
Jalan Margonda, Kota Depok, salah satu titik kemacetan di kota tersebut rencananya akan diterapkan sistem ganjil genap.Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mewacanakan penerapan sistem ganjil genap di ruas Jalan Margonda, Depok, untuk mengurai kemacetan. Berbeda dengan di Jakarta, sistem ganjil genap ini hanya berlaku saat akhir pekan saja.

Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan, Pemkot Depok memiliki sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan seperti sistem satu arah (SSA) dan penerapan ganjil genap. Untuk SSA sendiri saat ini sudah diterapkan di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara dan Jalan Arif Rahman Hakim (ARH).

Namun penerapannya tidak sama, di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Nusantara diterapkan full sedangkan di Jalan ARH hanya pada jam tertentu yaitu pukul 15.00-22.00 WIB. Menurut rencana, SSA akan dipermanenkan, hal itu terungkap pada saat rapat koordinasi antara Pemkot Depok dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) belum lama ini.

SSA yang diterapkan di Kota Depok telah dilakukan evaluasi oleh Kementerian Perhubungan dengan adanya catatan. “Sebagai alternatif akan diwacanakan genap-ganjil bisa dilakukan di Jalan Margonda pada akhir pekan, sebagai alternatif dan catatan dari Kementerian Perhubungan,” ungkap Idris pada wartawan Rabu, 8 Agustus 2018 kemarin.



Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana menambahkan, pada akhir pekan ruas Jalan Margonda kerap macet sejak pagi hingga malam. Hal itu disebabkan pergerakan kendaraan banyak yang menuju ruas jalan protokol tersebut. Dari data yang didapat dari dinas, pola pergerakan orang di Depok pada hari biasa sebanyak 58% ada di luar Depok. Sedangkan sisanya sebanyak 42% ada di dalam Depok.

Namun pada akhir pekan, pola tersebut berubah. “Hampir semua pergerakan ada dalam Depok. Ini yang menyebabkan terjadinya tumpukan kendaraan pada akhir pekan,” kata Dadang. VC Ratio di Depok saat ini sudah mencapai 0.9. Artinya kondisi jalan sudah tidak lagi ideal menampung kendaraan sehingga terjadi kepadatan di jalan.

Sedangkan idealnya adalah 0.5 saja. Selain itu pemerintah juga sudah tidak mungkin lagi untuk menambah lebar Jalan Margonda sehingga yang dilakukan adalah melakukan rekayasa yang visibel. “Dinas Perhubungan sudah diintruksikan untuk melakukan kajian untuk mengurai kemacetan di Depok, salah satunya adalah ganjil genap ini. Saat ini masih dalam proses dan ditargetkan akhir bulan ini selesai finalisasi kajian,” paparnya.

Setelah kajian selesai, selanjutnya akan dilakukan uji publik dan diskusi untuk evaluasi. Barulah nanti didapat kebijakan yang tepat mengatasi kemacetan yang ada di Depok. Nantinya dimungkinkan tidak semua Jalan Margonda akan diberlakukan ganjil genap.

“Jalan Margonda kan ada tiga segmen. Bisa saja nanti hanya segmen tertentu yang diterapkan ganjil genap. Nah ini masih kita kaji secara keseluruhan. Tentunya nanti kita kaji dari berbagai aspek termasuk ekonomi dan sosial,” ungkapnya.

Disebutkan jumlah kendaraan yang melintas di Margonda dai utara-selatan (dua arah) pada Minggu sore sebanyak 7.836 kendaraan/jam. Pada minggu siang sebanyak 7.746 kendaraan/jam, dan minggu pagi sebanyak 6.428 kendaraan/jam. Sedangkan pada week day sebanyak 7.621 kendaraan/jam pada sore hari. sedangkan siang hari sebanyak 3.827 kendaraan/jam dan pagi sebanyak 3.254 kendaran/jam.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak