alexametrics

Dalam Sepekan, Belasan Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi

loading...
Dalam Sepekan, Belasan Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi
Sebanyak 16 pengedar narkoba dibekuk polisi. Foto/R Ratna Purnama/KORAN SINDO
A+ A-
DEPOK - Sebanyak 16 pengedar narkoba beserta barang bukti puluhan gram sabu serta ganja diamankan polisi dalam kurun waktu sepekan. Operasi yang dilakukan Satresnarkoba Polresta Depok berhasil menyita sabu seberat 20, 27 gram dan 4,94 gram dari tangan pelaku.

Wakasat Narkoba Polresta Depok AKP Darminto mengatakan, 16 tersangka ini rata-rata pengedar dan pemakai narkotika. Mereka diketahui para pengedar putus saja. Mereka hasil tangkapan anggota Satresnarkoba dan empat Polsek terhitung dari tanggal 1 hingga 8 Agustus 2018.



"Mereka ditangkap saat melakukan transaksi," kata Darminto di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018). (Baca juga: Kabur Saat Disergap, Bandar Sabu Ditembak di Depan Perumahan Elit)

Daerah yang rawan peredaran narkotika ada di Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Pancoranmas. Pihaknya terus mendalami kasus lain yang memang diduga ada kaitan dengan tersangka lainnya. "Kita masih terus dalami berbagai keterangan dari warga dan bukti lain," tukasnya.

Operasirasi yang dilakukan selama sepekan mulai dari awal Agustus sampai sekarang jajaran Polres dan Polsek berhasil mengungkap 15 kasus dengan 16 tersangka. Dia merinci 15 laporan itu terdiri dari 12 Polresta Depok Satnarkoba, satu dari Polsek Bojonggede, dari Polsek Limo, satu dari Polsek Cimanggis, satu dari Polsek Sawangan.

Kemudian dari hasil ungkap tersebut Polsek Sawangan berhasil ungkap sabu seberat 8,20 Gram, dan ganja 3,05 Gram.

Barang tersebut disita dari tersangka bernama SS, dimana pengungkapan tersebut bisa dikatakan yang paling besar dari Polsek Sawangan. Kemudian yang dari Polsek Bojonggede ditemukan satu pohon ganja tapi barbuk posisi di laboratorium.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak