alexametrics

Terlibat Persiapan Asian Games, Pekerja Trotoar Thamrin-Sudirman Bangga

loading...
Terlibat Persiapan Asian Games, Pekerja Trotoar Thamrin-Sudirman Bangga
Pekerja proyek perbaikan trotaor Thamrin-Sudirman dalam persiapan Asian Games 2018. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - Situasi Jalan Thamrin dan Sudirman pada Jumat 20 Juli 2018 tampak berbeda dari biasanya. Bila biasanya jalanan ini dipenuhi kendaraan yang terkena macet.

Kini pemandangan baru terlihat di kawasan itu, sisi kiri jalan, dipenuhi oleh ratusan pekerja proyek. Mereka siang malam bekerja bergantian. Tak kenal waktu demi menyambut Asian Games yang dihelat 18 Agustus 2018 mendatang. Sudirman - Thamrin sendiri nantinya menjadi venue marathon sejauh 4.3 kilometer.

Debu-debu kemudian menumpuk di ruas jalan. Pejalan kaki tampak kebingungan lantaran trotoar mulai dipenuhi pekerja. Mereka kemudian berjalan di bahu jalan di antara jalan dan trotoar yang dibatasi tali atau traffic cone.

Beberapa pejalan kaki kemudian menggunakan masker penutup hidung. Sesakali tangannya menutupi mata agar tak terkena debu, ada pula yang kemudian menutupi dengan jaket, tas, hingga topi.



Meski pejalan kaki lalu lalang, para pekerja proyek tak menghiraukan. Mereka tampak sibuk merapihkan trotoar sekitar jalan protokol yang menyisahkan 3 hari lagi. Hujan dan panas tak berasa, entah berap liter air mineral dan batangan rokok yang telah habis di proyek ini.

Ditemui di dekat patung Sudirman atau Dukuh Atas, Yusuf (34), masih asyik dengan pekerjaanya memasang beton di sisi dekat tanaman. Wajah bercucur keringat, baju telah basah akibat keringat badan, sarung tanganya tampak mengeras dan berwarna abu terkena adukan semen.

Sesekali pria asal Pekalongan itu berhenti untuk minum air mineral di botol 1,5 liter. Botol itu ditaruh dekat tiang tak jauh dari lokasinya bekerja.

Tanpa rompi keselamatan, helm proyek, dan sepatu boots, Yusuf tampak semangat bekerja. Semen diaduk, diratakan melalui sendok semen, sebelum akhirnya keramik dipasang.

Sudah empat jam Yusuf bekerja seperti itu. Pinggang terasa nyeri lantaran ia telah lama berjongkok, untuk menghibur diri, ia sesekali bercanda dengan temannya menyiramkan air ke temannya yang bekerja.

"Yah bangga mas. Seengganya saya cukup senang menjadi bagian dari proyek Asian Games, walaupun cuma trotoar doang," jawabnya saat ditanya kebanggaanya terlibat dalam proyek ini.

Meskipun telah mengantongi uang sebesar Rp100.000 per hari dari bekerja selama 10 jam, Yusuf tak puas. Apalagi mandornya, menawarkan bagi siapapun yang bekerja lebih akan mendapatkan uang lembur, ia kemudian menambah kerja sampai jam 12 malam.

"Udah dua minggu ini, mandor nawarin lembur, sebelumnya sih ngelarang. Supaya enggak cape, tapi kalau ada uang lebih enggak kerasa capek," canda Yusuf.
halaman ke-1 dari 4
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak