alexametrics

Parkir Liar Menjamur, Mesin TPE di Kota Tua Diaktifkan

loading...
Parkir Liar Menjamur, Mesin TPE di Kota Tua Diaktifkan
Seorang petugas Dishub tengah menjaga mesin TPE di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - Masalah parkir liar seolah tak pernah habis di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat. Meski terdapat lokasi parkir di Kota Intan, Cengkeh, Jakarta Barat. Namun lokasi seluas 1,3 hektare itu tak mampu menampung parkir resmi.

Di sisi lain, ketegasan Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Barat yang melemah membuat Kota Tua kian semerawut. Membuat parkir liar tumbuh subur.

Sadar akan kondisi yang kian buruk, kembali Pemprov DKI Jakarta menata kawasan parkir kota. Dua lahan parkir baru mulai diakifkan untuk menampung ratusan kendaraan di kawasan Kota Tua.

"Kita buka baru di Kali Besar, sisi barat dan timur. Jadi total ada tiga lokasi parkir, yakni Jalan Cengkeh, dan dua lokasi di Kali Besar," kata Humas UP Parkir DKI Jakarta, Ivan Valentino di Jakarta, Jumat 13 Juli 2018.

Ivan berharap dengan adanya 13 mesin Terminal Parkir Elektronik (TPE) baru ini parkir liar akan berkurang. Sebab di lokasi baru ini, 100 kendaraan bisa tertampung.

Tarif parkir di Kali Besar menggunakan tarif progresif, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor, dan Rp5.000 untuk mobil. Tarif ini akan berlipat per jamnya. Sedangkan untuk tarif parkir murah, pengunjung bisa menggunakan di kawasan Jalan Cengkeh, karena tarif di situ berlaku flat.

"Kali Besar sendiri akan kita uji coba sampai akhir bulan. Nanti kita evaluasi sebelum diresmikan nanti," kata Ivan.

Selain membangun di kawasan Kota Tua, di tahun ini pula DKI akan mengoperasikan di Jalan Suryapranoto, Gambir, Jakarta Pusat. Di tempat ini pihaknya menyiapkan 22 mesin parkir.

Selain akan menambah, Ivan mengaku pihaknya tengah mengkonsepkan sistem parkir melalui online. Artinya pembayaraan kendaraan bisa dilakukan dengan memfoto nopol kendaraan, saat keluar parkir, petugas akan kembali memfoto hingga muncul barcode.

Di barcode inilah kemudian tarif parkir keluar. Pengendara bisa langsung bayar menggunakan uang virtual, uang elektrik, dan uang cash yang dititipkan ke petugas. Nah aplikasi ini sedang kita rancang. "Nanti ketika launcing kita undang lagi," ucap Ivan.

Pantauan KORAN SINDO, kawasan Kota Tua kini masih dipenuhi parkir. Mereka terdapat di beberapa titik seperti Jalan Bank, Jalan Kunir, Jalan Lada, hingga Jalan Poskota. Di lokasi itu, parkir liar tumbuh subur dengan tarif bervariasi mulai dari Rp5-15 ribu sekali parkir.

Keberadaan parkir di tempat itu memang mengganggu. Menempati trotoar jalan. Membuat pejalan kaki terpaksa berjalan di bahu jalan, imbasnya kemacetan tak terhindarkan.

"Habis mau gimana, kalo kita parkir di cengkeh. Jaraknya terlalu jauh," ucap Elga (26), pengunjung kawasan Kota Tua.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak