alexametrics

Pengamat: Harusnya DKI Fokus Benahi Transportasi Massal

loading...
Pengamat: Harusnya DKI Fokus Benahi Transportasi Massal
Foto: Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pembangunan enam ruas tol dalam kota yang kembali digenjot Pemprov DKI mendapat kritikan. Pemprov DKI disarankan untuk tidak menambah ruas jalan sebelum menambah angkutan transportasi massal.

"Apabila tetap menambah ruas jalan tetapi tidak ada upaya pembatasan kendaraan pribadi dan memperbanyak transportasi massal, kemacetan tetap terjadi dan bertambah parah," kata Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga melalui pesan singkatnya, Rabu (11/7/2018).

Nirwono menjelaskan, penambahan ruas jalan memang salah satu dari pola transportasi makro yang mampu mengurai kemacetan. Namun, dengan kondisi kemacetan seperti ini, Pemprov DKI seharusnya lebih fokus pada pengembangan transportasi massal seperti Mass Rapid Trasnit (MRT)-Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rail Trasnit (LRT) yang saling terintegrasi dengan mitra daerahnya.
    
Apabila hal itu belum beres dilakukan dan memilih membangun jalan tol, Nirwono menilai pembangunan jalan tol atau jalan layang dalam kota tidak akan pernah mengurangi kemacetan dan bahkan mendorong orang lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi.

"Pembangunan jalan tol atau layang justru kontraproduktif dengan pengembangan transportasi massal. Disatu sisi memfasilitasi kemudahan bagi kendaraan pribadi, disisi lain mdorong warga untuk beralih ke transportasi massal," ungkapnya.
(ysw)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak