alexametrics

Narkoba Marak, Wali Kota Jakbar Segera Benahi Kawasan Jembatan Besi

loading...
Narkoba Marak, Wali Kota Jakbar Segera Benahi Kawasan Jembatan Besi
Rustam Efendi saat konferensi pers bersama Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, Selasa (10/7/2018). Foto: KORAN SINDO/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Pengungkapan narkoba di kawasan Jembatan Besi II, Tambora, berupa 4,2 kilogram (kg) sabu-sabu dan 4.627 pil ekstasi, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi. Ia menegaskan temuan ini tidak bisa ditolerin.

Rustam berjanji secepatnya membenahi kawasan itu dan mencari solusi terbaik. “Kami mengapresiasi betul langkah Polres. Ini cukup menarik, tawuran yang diselingi transaksi. Pemkot Jakbar tidak mentolerin hal ini,” ujar Rustam saat konferensi pers bersama Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi, Selasa (10/7/2018).

Rustam berkomitmen dan siap bersinergi dengan jajaran Polres Metro Jakarta Barat dan Kodim dalam upaya memberantas narkoba. Operasi rutin akan dilakukan di wilayah Jakarta Barat dengan menyisir kawasan dan kampung-kampung yang terindikasi narkoba.

Dalam kesempatan itu, Rustam meminta agar masyarakat lebih terbuka dan tidak perlu takut terhadap bandar. Informasi sekecil apapun dari masyarakat akan menjadi informasi penting bagi aparat. Karena itu, pihaknya akan menelusuri segala informasi yang ada.

Sementara itu, kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Josias Simon, mengatakan, kejadian ini harus menjadi pilot project dari sekian banyak kasus tawuran yang terjadi di Jakarta. Josias menyaran agar polres lain mengikuti apa yang dilakukan Polres Metro Jakarta Barat.

“Memang itu modus lama. Tapi ini yang terpenting adalah pengungkapannya. Polres lain harus mengikuti, jangan diam saja, tapi telusuri setiap tawuran yang terjadi,” kata Josias. (Baca juga: Manfaatkan Bocah Tawuran, Bandar Sibuk Edarkan Narkoba)

Josias menduga kejadian semacam ini bisa terjadi di kawasan Johar Baru, Berland, dan Manggrai. Sebab di tempat-tempat yang kerap terjadi tawuran itu sebuah kampung narkoba tercatat pernah ada. “Harus ditelusuri untuk membuktikan. Polisi jangan takut kecolongan,” pungkasnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak