alexametrics

Pelajar SMK Bekasi yang Tewas Ternyata Begal Sadis

loading...
Pelajar SMK Bekasi yang Tewas Ternyata Begal Sadis
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota mengungkap pelaku penganiayaan yang menewaskan Aric Saifuloh (17), seorang pelajar SMK Darul Takwa di Jalan Raya Perjuangan, depan Universitas Bhayangkara, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Rupanya Aric tewas akibat sabetan celurit sabetan miliknya sendiri yang jatuh ke tangan pelaku MIB (19), saat keduanya terlibat duel. Selain menewaskan Aric, kejadian tersebut juga melukai Indra Yulianto selaku rekan Aric dengan luka serius karena terkena sabetan celurit.

"Korban Aric dan rekanya yang selamat merupakan pelaku pembegalan terhadap pelaku MIB, namun pelaku malah tewas dan kritis di tangan korbanya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jarius Saragih, Jumat (25/5/2018).

Menurut Jarius, penyidik masih meminta keterangan Indra Yulianto. Dia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat MIB sedang bepergian bersama dengan saksi mata kejadian sekaligus rekannya bernama Ahmad Rofiki di Jembatan Layang Summarecon Kota Bekasi sekitar pukul 22.00 WIB. Keduanya kemudian memarkir sepeda motornya di bahu jalan menatap kota dari ketinggian.

Namun, tiba-tiba datang Aric bersama seorang rekannya bernama Indra Yulianto dengan sepeda motor menghampiri MIB dan Rofiki. Kemudian, Aric langsung turun dari sepeda motornya dan mengeluarkan celurit yang disimpan di bagian perutnya lalu diarahkan kepada Rofiki sambil merampas ponselnya.

Bahkan, Aric juga melakukan hal serupa kepada MIB, namun yang bersangkutan tidak mau menyerahkan ponselnya sehingga Aric membacokan celuritnya ke arah MIB. Beruntungnya, bacokan itu berhasil ditepis oleh tangan MIB dan keduanya terlibat duel sengit di lokasi.

Hingga akhirnya Aric terjatuh dan celurit miliknya direbut MIB. Korban yang di atas angin tersebut lalu mengayunkan celurit tersebut ke tubuh Aric sebanyak empat kali sabetan hingga yang bersangkutan mengalami pendarahan. Melihat Aric terkapar, pelaku lainya Indra turun dari sepeda motornya berniat menolong rekannya.

Tetapi, dihadang MIB dengan celurit sambil meminta ponsel milik Rofiki segera dikembalikan. Usai menerima kembali ponsel rekannya, Aric dan Indra kabur dari tempat kejadian perkara dengan membawa sepeda motornya. "Aric akhirnya tewas saat sedang menjalani perawatan kehabisan darah," ungkapnya.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, kasus ini masih dalam pengembangan pihak penyidik. Kepada pelaku petugas bakal menjerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun. (Baca: Diserang Sekelompok Remaja, Seorang Pelajar SMK di Bekasi Tewas)
(mhd)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak