alexametrics

Puluhan Ibu Rumah Tangga Penghuni Rusunawa Ikut Pelatihan UMKM

loading...
Puluhan Ibu Rumah Tangga Penghuni Rusunawa Ikut Pelatihan UMKM
Sejumlah ibu rumah tangga penghuni Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur saat mengikuti pelatihan UMKM.Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 50 penghuni Rusunawa Pulogebang yang didominasi ibu rumah tangga menjadi peserta program pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelatihan UMKM untuk ibu rumah tangga penghuni rusunawa bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sesuai dengan program pemerintah.

"Pogram pelatihan UMKM ini dilaksanakan selama empat bulan yang diikuti sebanyak 50 peserta, 80% didominasi ibu-ibu rumah tangga penghuni rusunawa," ungkap Regional Manager Relation dan CSR PT HM Sampoerna, Arief Triastika di sela-sela pelatihan UMKM Warga Rusunuwa, Jakarta, pada Kamis (19/4/2018).

Arief menuturkan, pogram pelatihan UMKM ini juga dilaksanakan di daerah lain, di antaranya di Desa Sukaluyu dan Desa Puseurjaya, Karawang, Jawa Barat, serta di Desa Plamongansari dan Desa Batursari, Semarang, Jawa Tengah. "Keseluruhan peserta pelatihan UMKM mencapai 250 orang," ujarnya.

Dia menjelaskan, program pelatihan UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga dan dapat menjadi wirausahawan yang andal. "Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap masyarakat dan implementasi konsep filosofi tiga tangan dari PT HM Sampoerna, yakni hubungan kerja sama yang harmonis antara stake holder, karyawan, dan masyarakat," ujar Arief.

Peningkatan ekonomi kerakyatan oleh PT HM Sampoerna ini merupakan program CSR bermitra dengan Yayasan Bhakti Asiraa (YBA). Adapun materi pelajaran yang diberikan meliputi, perencanaan usaha, produksi, menghitung harga pokok penjualan, sales marketing, branding, dan digital marketing.

"Tujuannya agar mereka dapat mengases pasar daring (online) media sosial. Para ibu rumah tangga dilatih membuat email dan digital photographi dengan mengunakan handphone," Arief menjelaskan.

Yoyok Indrayatno, Project Manager Yayasan Bhakti Asiraa, menambahkan, dengan kerja keras para bisnis coach dan mentor yang telah memberikan pendampingan penuh bagi setiap peserta, meskipun proses pelatihan belum selesai para ibu-ibu sudah mampu menciptakan pendapatan harian dari hasil usahanya sedikitnya Rp150-200.000 per hari.

"Mereka jadi mengerti pemasaran produk lewat media sosial," ujarnya saat pendampingan di Rusunawa Pulogebang Jakarta Timur.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak